cerita ludruk bahasa jawa singkat

CeritaLucu Bahasa Jawa Singkat: Positif. Suatu hari pak guru sedang mengajar sambil merokok. Spontan saja Wakijan nyeletuk. Wakijan: "Pak guru wonten kabar gembira.." Pak guru: "Kabar apa jan?" Wakijan: "Kulo mpun neliti bahan-bahan rokok, ternyata hasile positif pak." Pak guru: "Hah?! Bisane positif?" Sebagaimanayang kita tahu, cerita wayang bahasa jawa begitu kaya dengan cerita-cerita dan ajaran memahami hidup berdasarkan tokoh-tokoh yang diceritakan. Wayang bahasa jawa mengulas karakter baik dan buruk dalam tokoh-tokohnya yang memiliki makna tersendiri. Cerita wayang bahasa jawa mengajarkan pada kita semua untuk bijaksana pada setiap hal yang terjadi. Wayang menjadi begitu khas dengan dimainkannya cerita tersebut dalam pagelaran semalam suntuk. 3Contoh Cerkak Bahasa Jawa Pengalaman Pribadi. Perbesar. Contoh Cerkak Bahasa Jawa Pengalaman Pribadi, Foto: Unsplash/Mario La Pergola. Berikut ini adalah deretan contoh cerkak bahasa Jawa tentang pengalaman pribadi yang termabil dari buku Kagem Sliramu: Kumpulan Crita Cekak Lan Geguritan Basa Jawa, Soeprijati, (2018:67-69): Ceritayang disusun bisa berupa kejadian yang benar-benar terjadi maupun fiktif belaka si penulis. Langsung saja simak berikut ini contoh teks narasi dalam Bahasa Jawa singkat, karangan cerita paragraf narasi untuk tugas Basa Jawa yang berhasil kami rangkum. Baca Juga: TEKS CONTOH Artikel Deskripsi Bahasa Jawa Singkat, Karangan Paragraf Deskriptif untuk Tugas Basa Jawa Cerkakmerupakan cerita yang dari awal hingga akhir yakni berupa singkat, ringkas, dan hanya ada satu kejadian. Cerbung (Story Continues) atau cerita bersambung perbedaannya yakni ceritanya awal sampai akhir yang panjang dan lebih dari satu episode, ceritanya juga kompleks. Contoh Cerkak Bahasa Jawa Persahabatan Site De Rencontre Français Non Payant. Tak ada habisnya membahas kesenian asli Tanah Air, karena ada banyak sekali ragamnya. Mulai dari tarian, alat musik, hingga seni pertunjukkan daerah seperti ludruk. Meski terkesan sama, ludruk ternyata memiliki karakteristik yang berbeda dengan seni sandiwara rakyat yang berasal dari wilayah Jawa lainnya. Berikut ini penjelasan mengenai kesenian tradisional yang berasal dari Jawa Timur ini. Ludruk, Kesenian Rakyat Jelata yang Jadi Hiburan Utama Masyarakat Jatim Apa Itu Ludruk? Image Ludruk adalah salah satu kesenian tradisional berbentuk pertunjukan drama yang berasal dari Jawa Timur. Kesenian pertunjukan ini banyak ditampilkan di daerah Surabaya, Jombang dan juga Malang. Secara etimologis, kata “ludruk” berasal dari kata “molo-molo” dan “gedrak-gedruk”. “Molo-molo” adalah kondisi mulut yang penuh tembakau sugi yang hendak dimuntahkan. Secara kiasan, ini menggambarkan kata-kata dalam bentuk kidung dan dialog yang dikeluarkan dalam pentas. Sedangkan “gedrak-gedruk” adalah kondisi kaki yang dihentak-hentakkan ke bawah pada saat menari di pentas. Adalah kaum marginal Surabaya yang pertama kali menciptakan kesenian ini. Mereka membuat pertunjukan sesuai dengan kisah yang diangkat dari cerita kehidupan sehari-hari, yang lekat dengan kehidupan dan budaya masyarakat menengah bawah Jawa Timur. Ada juga legenda, dongeng, atau kisah sejarah. Ini merupakan sarana hiburan yang paling diminati masyarakat di masa itu. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa atau Madura sehari-hari sehingga mudah dimengerti. Di dalamnya juga diselingi guyonan dan gerak yang membuat penonton terpingkal-pingkal. Kesenian ini banyak disukai masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, tukang becak, sopir angkutan umum, dan masih banyak lagi. Artikel terkait Tari Pendet Sejarah, Makna, dan Perkembangannya Asal Muasal Ludruk Image Good News from Indonesia Indonesia Kaya menulis, ludruk mulai dikenal di abad ke-12 dengan nama Ludruk Bandhan. “Ludruk Bandhan ini mempertunjukkan sejenis pameran kekuatan dan kekebalan yang bersifat magis dengan menitikberatkan pada kekuatan batin,” tulis Sunaryo dkk pada buku Perkembangan Ludruk di Jawa Timur Kajian Analisis Wacana, melansir Indonesia Kaya. Awalnya seni peran ini tidak tampil di panggung, melainkan di tanah lapang. Alat musik yang digunakan pun hanya kendang dan jidor. Setelah itu, Ludruk Bandhan berkembang menjadi Lerok Pak Santik di abad ke-17 hingga 18. Lerok sendiri berasal dari kata “lira” yang artinya alat musik petik seperti kecapi, alat musik yang digunakan selama pertunjukan ludruk. Sedangkan Pak Santik Pak Santik adalah petani Jombang, tokoh yang memperbaharui kesenian ludruk. Dalam pertunjukannya, Pak Santik mengenakan riasan wajah dan ikat kepala, dadanya dibiarkan terbuka, ia mengenakan celana hitam menjuntai hingga atas mata kaki, dan ada selendang sampur yang tersampir di bahunya. Selama pertunjukan juga, ia menari ngremo sambil bicara sendiri mengungkapkan isi hatinya kidungan. Pak Santik kerap tampil pada pesta pernikahan, sunatan, dan kelahiran di kampung-kampung. Seiring berjalan waktu, ia tampil bersama beberapa temannya yang berperan sebagai pelawak badhut dan perempuan teledhek. Ia tak lagi bicara sendiri, tapi mulai ada diskusi dalam pentasnya yang kemudian identik dengan guyonan slapstick. Hiburan Rakyat di Tahun 1950an Image Indonesia Kaya Baru kemudian di tahun 1930, di bawah pimpinan Cak Durasim, pemimpin Ludruk Genteng, ludruk mengalami perubahan. Kesenian ini berubah nama menjadi Ludruk Gondo, sebuah jenis ludruk baru. Setelah itu, mulailah lahir banyak kelompok atau paguyuban ludruk baru di Malang. menulis, di tahun 1930 terlahir kelompok luduruk baru seperti Ludruk Ojo Dumeh didirikan Abdul Madjid, Ludruk Djoko Muljo pimpinan Nadjiran Embong Brantas, 1936, Ludruk Margo Utomo pimpinan Asnan atau Parto Gembos sekitar 1936-1940, dan masih banyak lagi. Tahun 1950an kesenian peran ini kemudian berhasil menjadi hiburan utama di Malang, Jawa Timur. Namun seiring berjalannya waktu dan juga berkembangannya seni modern dan teknologi, ludruk mulai ditinggalkan penggemarnya. Bahkan bisa dibilang, paguyuban ludruk di Malang yang ada saat ini mati suri. Hanya hitungan jari kelompok seni ludruk yang tersisa. Salah satunya Ludruk Armada yang ada di Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Malang. Artikel terkait Mengenal Tanjidor dan Sejarahnya, Kesenian Asli Betawi yang Mulai Punah Pemain dan Naskah Salah seorang seniman transvestite sedang merias wajahnya sendiri. Image Tempo Pemain ludruk terdiri dari beberapa puluh orang, tapi kebanyakan laki-laki. Pementasan kesenian ini biasanya dimulai dari jam 9 malam hingga pagi. Oleh karena durasinya yang panjang dan penokohannya yang cukup berat secara fisik itulah, ludruk hanya dipentaskan oleh laki-laki atau waria atau transvestite tokoh perempuan yang dimainkan oleh laki-laki. “Sebuah rombongan ludruk katakan saja biasa menampilkan enam dagelan yang berbeda, enam cerita yang berbeda, dan tiga jenis ngremo selama 20 pertunjukannya berturut-turut,” kata James L. Peacock dalam bukunya Ritus Modernisasi Aspek Sosial & Simbolik Teater Rakyat Indonesia melansir Indonesia Kaya. Soal naskah, pertunjukan seni teater ini seringkali dilakukan dengan improvisasi, atau tanpa persiapan naskah. Busana dan Alat Musik Image Indonesia Kaya Sedangkan untuk pengiring musiknya, saat memeragakan Tari Remo atau bedayan, para pemainnya ditemani alunan musik dari gamelan berlaras slendro, pelog, laras slendro dan juga pelog. Kidungan yang ditembangkan pun sesuai dengan struktur pementasannya. Yakni kidungan Tari Ngremo, kidungan bedayan, kidungan lawak, dan kidungan adegan, di mana syairkan disesuaikan dengan tema drama yang diangkat saat itu. Oleh karena jalan cerita yang dibawakan lekat dengan kehidupan sehari-hari juga, maka busana yang ddikenakan tidak ada yang khusus. Hanya mengenakan pakaian sehari-hari masyarakat Jawa pada umumnya. Sesi Pementasan Ludruk Secara Umum Image Republika Pertunjukan ludruk ditampilkan dalam beberapa bagian. Begini strukturnya secara umum Pertama, Tari Remo. Pertunjukan diawali dengan pembukaan berupa pertunjukan Tari Remo atau Ngremo. Kedua, bedayan. Yaitu atraksi tarian atau joget ringan yang dilakukan beberapa transvestite sambil melantunkan kidungan jula-juli sebuah syair atau kidung yang dilagukan saat pertunjukan dimulai. Ketiga, dagelan. Yakni adegan lawakan yang disajikan dalam satu kidungan yang dilakukan oleh beberapa pelawak lain. Para seniman itu berdialog dengan materi humor yang sangat lucu. Keempat, pertunjukkan utama. Dalam sesi ini penyajian lakon atau cerita dipentaskan para aktor yang juga disajikan dalam beberapa babak di mana tiap babak dibagi menjadi beberapa adegan lagi. Untuk membedakan adegan yang satu dengan lainnya, biasanya diisi selingan berupa tembang Jula-juli yang dinyanyikan seorang waria. Hingga kini, kesenian teater rakyat Jawa Timur itu masih bertahan dan kerap dipentaskan. Meski tidak seramai dulu, kelompok Ludruk Cak Durasim yang berasal dari Surabaya masih manggung beberapa kali. Artikel terkait Mengenal Gambang Kromong, Seni Orkes Betawi yang Dipengaruhi Budaya Tionghoa Bedanya dengan Kesenian Ketoprak Image Indonesia Kaya Good News from Indonesia menjelaskan, seni pertunjukan Ketoprak berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Sehingga Bahasa yang digunakan juga adalah bahasa Jawa yang menerapkan unggah-ungguh boso atau tingkatan penggunaan bahasa sesuai posisi atau kedudukannya dalam masyarakat. Misalnya, bahasa Ngoko Lugu dan Krama Inggil. Cerita-cerita yang dibawakan biasanya cerita legenda dan epos Ramayana yang ditampilkan dalam beberapa babak atau sesi di mana di salah satu sesi para penampil mementaskan cerita yang tak ada hubungan dengan cerita yang dibawakan sebelumnya. Sesi tersebut disebut sesi hiburan, atau layaknnya iklan. Selain menghibur, seni pertunjukan ini juga bertujuan menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Ketoprak, seni teater tradisional asal Surakarta ini dimainkan dengan diiringi gamelan. Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya dari Jogjakarta merupakan salah satu kelompok Ketoprak yang masih eksis hingga sekarang. Semoga, kesenian tradisional Tanah Air ini tak hilang digerus perkembangan digital dan bisa terus eksis sampai kapan pun. Baca juga Ini 7 Fakta Tentang Rampak Gendang, Kesenian Khas Jawa Barat yang Energik dan Dinamis Sekelumit Sejarah Wayang Orang, Seni Khas Jawa Tengah yang Bertempur Melawan Zaman Mengulas Sejarah dan Makna di Balik Kesenian Reog Ponorogo untuk Diajarkan pada Anak Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android. Cerita lucu Bahasa Jawa adalah cerita lucu dan kocak yang disampaikan dengan Bahasa Jawa. Cerita ini tidak hanya disampaikan secara tulisan tetapi juga dengan percakapan. Biasanya orang-orang menggunakan cerita ini sebagai bahan obrolan saat nongkrong atau jagongan dalam istilah Jawa. Cerita ini juga bisa dijadikan bahan seni peran lawakan, ludruk atau banyolan dalam Bahasa Jawa. Sejarah Cerita Lucu Bahasa Jawa Cerita lucu Bahasa Jawa berawal dari kegiatan sehari-hari yang dilakukan orang-orang. Kegiatan ini dimulai dari jaman kerajaan hingga sekarang. Dahulu, cerita lucu juga bisa dijadikan media hiburan rakyat dari ketegangan perang. Banyak contoh cerita lucu Bahasa Jawa dalam tokoh pewayangan seperti Petruk, Semar, Bagong dan Gareng. Jawa juga banyak melahirkan seniman, artis dan komedian yang ahli dalam mengekspresikan cerita lucu Bahasa Jawa. Sebut saja Kartolo yang populer sejak tahun 1960-an. Pemain ludruk asal Pasuruan ini sempat membawa pengaruh besar terhadap cerita lucu Bahasa Jawa. Sejak saat itu ludruk semakin banyak digemari masyarakat Jawa khususnya Jawa Timur. Oleh karena itu, banyak orang Jawa menyebut guyonan atau candaan dengan kata Kartolo-an. Ini karena guyonan dan kidungan Kartolo sangat khas, misalnya saja tembang Jula-Juli. Tembang ini tidak hanya lucu tetapi juga banyak pesan yang terkandung. Grup lain yang tak kalah lucunya adalah Srimulat. Beberapa anggota grup Srimulat yang masih eksis seperti Nunung, Tessy, Tarzan, dan lainnya. Sekarang ini, komedian yang sangat dekat dengan ciri khas Jawanya seperti Tukul Arwana, Cak Lontong, dan para komedian Jawa lainnya. Orang Jawa juga identik dengan gaya dagelannya yang rame dan tidak basa-basi. Guyonan Jawa juga melahirkan beberapa karya komedi Jawa seperti animasi Culoboyo, juga konten kreator lokal dari Malang seperti Bayu Skak. Dari komedian dan karya cerita lucu Bahasa Jawa ini membuktikan bahwa humor orang jawa tidak suka basa-basi, to the point, terkadang slengekan namun tetap pada batasan sebagai orang Jawa yang santun. Serba Serbi Cerita Lucu Bahasa Jawa Dari sejarah dan latar belakang, cerita Bahasa Jawa tidak hanya disampaikan dalam bentuk lisan dan nyanyian saja melainkan kartun animasi, buku atau bahkan konten sosial media tertentu. Namun, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membuat atau menyusun cerita lucu Bahasa Jawa. Target Usia Penonton Meskipun ceritanya lucu, anda harus tahu bahwa Bahasa Jawa memiliki bahasa krama dan ngoko. Jika penonton lebih tua, sampaikan dengan bahasa yang lucu, namun tetap halus dan sopan. Tidak Melibatkan Fisik dan Rasis Usahakan konten atau materi cerita lucu Bahasa Jawa yang akan disampaikan tidak melibatkan kekurangan fisik. Hindari penghinaan yang berbau rasis terhadan agama, suku dan budaya. Tema Konten atau Materi Berikan materi cerita lucu Bahasa Jawa yang khas. Sisipkan pesan dan motivasi positif dengan bahasa yang tidak menggurui. Gunakan gaya yang lucu dan akrab dengan masyarakat. Hindari kata-kata yang kotor dan tidak sopan. Contoh Cerita Lucu Bahasa Jawa 1. Sinau Boso Inggris Saat Pak Guru menanyakan arti Wake, Rofi malah menjelaskan sendiri seperti halnya To wake dibaca tuwek yang artinya tua, A Want dibaca Awan yang artinya siang, house dibaca haus, the gun dibaca degan, the book dibaca debog yang artinya batang pisang, song-song diartikan sebagai belagu. Akhirnya Pak Guru kesal dan menyuruh Rofi menggantikan posisinya untuk mengajar di depan. *** Dino iki arek-arek sek ntas oleh pelajaran Bahasa Inggris. Tapi ben dino arek-arek ewoh ngerteni artine Boso Inggris. Pak Guru ngelu karo mikirno carane piye arek-arek ben iso ngerti. Wis nggawe coro opo ae isih ae uangel. Akhire Pak Guru nggolek coro ben e arek-arek ngerti. Ben gampang Pak Guru njelasno pelajaran Boso Inggris nganggo Bahasa Jowo. Pak Guru wewehi yen saiki nyebutno artine kosa kata Boso Inggris , jawaban e oleh nganggo Boso Jowo. Mulai nakokno artine Wake. Ical njawab lek tangi. Rofi mulai nyecret dewe Too Wake artine wis Guru takok maneh lek Want artine opo. Ical jawabe Kepingin. Rofi nyecret maneh Lek A Want artinya siang hari. Pas Pak Guru mbadek Gun, Ical jawab e Senjata tapi Rofi jawab dewe Es Degan teko The Gun. Guru takon maneh artine House. Ical jawab omah tapi Rofi njawab ngelak amarga House diwoco haus. Pas ditakoni Book, Ical jawab buku tapi Rofi jawab batange gedang alias gedebog teko kata The Book. Pas dibadeki kata Song, Ical jawab e pinter lagu’ tapi Rofi ngoceh dewe gawe plesetan song-song diartekno belagu. Amarga Rofi ngoceh dewe, gawe soal dewe lan dijawab dewe, Pak Guru gregetan. Dekne ngonkon Rofi ngadek ndek kelas karo njelasno dewe. Akhir e Rofi ngadek ndek ngarep e kelas. Amarga bingung, raine mek plonga-plongo. Barang dikongkon ngadek ndek ngarep meneng kelakep pas guru e nerangno pelajaran, dekne nggedabyah ae. 2. Dokter Salah Songko Sumiatun mengkhawatirkan Ratri, bayi yang enggan minum susu botol. Dokter menanyakan kepada Sumiatun apa kondisi susu ASI-nya lancar atau tidak. Sumiatun menjawab dengan yakin kalau ASI nya baik-baik saja. Dokter tetap saja heran mengapa masih mengonsumsi susu botol. Ia meyakinkan lagi apa ASI milik Bu Sumiatun keluar dengan lancar. Sumiatun menjawab tidak karena Ratri cucunya bukan anaknya. Dokter merasa kesal. *** Sumiatun gopoh amarga Ratri kok gak doyan mangan. Diombeni susu ora gelem. Ratri iki cah wedok sing isih bayek. Umur e wis meh pitung ulanan. Ben e Ratri oleh tombo, akhir e Sumiatin mriksakno Ratri nang dokter sing gawene ngurus loro e arek-arek cilik lan embok sing lagi babaran. Sumiatun takon nang doktere amarga wis pirang-pirang ndino Ratri gak tau kelebonan susu blas. Dekne saiki wis ganti susu botol yo sek gak gelem. Dokter akhire takon ngombe susu ASI opo formula. Sumiatun njawab lek nggawe susu botol. Tapi Nartie gak gelem ngombe nganti awakke lemes. Dokter nakokne Sumiatun opo o kok Narti kok lemes ae. Jawabane Sumiatun ket mau gek eroh terus. Dokter negesi maneh, “ASI ne lancar nopo mboten, Buk?” Dokter nakokne Sumiatun opo o kok Narti kok lemes ae. Jawabane Sumiatun ket mau gek eroh terus. Dokter negesi maneh, “ASI ne lancar nopo mboten, Buk?” Sumiatun njawab lek ASI ne dekne ora iso metu. Doktere malah heran kenopo kok ASI ne mandek padahal jare Sumiatun sehat. Saking herane, doktere mastekno maneh karo negesi nang Sumiatun, “Ratri niki anak kandung njenengan, kan Buk?” Sumiatun langsung njawab lugu kayak dusone ketlisut nang dalan nganti ra duwe duso karo ngomong,” Sanes, Pak! Kulo simbahe, Ratri niki putu kulo! Doktere langsung sambat nang Sumiatun.” Duh biyung, kok mboten kaet mau toh, Buk! Sumiatin njelasno lek dokter e ket mau gak takon. Pas dokter e takon ibuke nang ndi, Sumiatun njawab lek ibuke kari ndek omah lali ora diajak. Dokter e yo mek kusuk-kusuk dodo karo nyebut,”Amit-amit jabang simbah!” 3. Isolasi Dewean Kisah tentang Denok yang malas menghadiri kuliah online. Dia menelepon Pak Dosen dengan alasan badannya nggak enak gara gara isolasi mandiri. Pak Dosen bertanya-tanya mengapa isolasi mandiri justru membuat Denok tidak enak badan. Pak Dosen semakin heran tentang gejala penyakit yang dialami Denok. Ternyata Denok mengisolasi dahi dan matanya dengan selotip. Pantas saja dahinya terasa panas dan tidak bisa membuka mata. Pak Dosen kesal dan berkata,’Kenapa tidak diisolasi semua tubuhmu sekalian juga?’ *** Denok awake kesel kabeh. Dekne sambat gak penak. Jarene mripat merem terus. Karepe arep melu kuliah online tapi ora ndang tandang-tandang. Awan-awan panas awak kudu ngantuk ae. Ndek omah sembarang malah dadi males. Denok kaget kok bathuk e kroso panas lan gak penak. Denok mulai ngomong ndek hape karo dosen e, ”Pangapunten kulo mboten saget kuliah online!” Pak Dosen nakokno alasan e kenopo kok gak iso melbu kuliah. Denok alasan lek ketok e awak e ora penak amarga isolasi Dosen isih heran kok iso e isolasi mandiri malah garai awak gak penak! Denok dewe yo heran. Dekne yo gak mudeng kok iso e gara gara isolasi mandiri bathuk e tambah panas, mripat e yo gak iso melek. Pak Dosen nakokno maneh opo isolasi mandiri ndek omah dewe? Denok njawab iyo ndek omah. Pak Dosen negesi maneh yok opo cara e kok isolasi garai bathuk panas karo moto ra iso melek iki? Tiba e Bathuk karo mripat e Denok diisolasi karo seloti. Pingin e Denok sak lambene pisan tapi wedi ora iso ngomong. Pak Dosen sambat, ”Hadeeh, iku ngono ngawur kok nggak mbok isolasi sak awakmu pisan!” Denok njawab maneh lek awak e kelet kabeh malah ga iso ucul nang ndi ndi. Pak Dosen pegel lan ngomong,”Wis Nok, lek gak niat kuliah engkok tak isolasi dewe nilaimu ben gak metu. Denok njaluk sepuro karo Pak Dosen lan ngomong lek guyon.\ 4. Boso Jowo Luwih Ringkes Timbang Inggris Narti berpendapat bahwa Bahasa Jawa lebih efisien dari Bahasa Inggris. Salah satu contohnya kalimat jatuh tersungkur akibat sarung, rok atau celana yang dikenakan’. Dalam Bahasa Inggrisnya accident and fall because the wipe, cloth and skirt. Dalam Bahasa Jawa artinya kserimpet. Masih banyak kata-kata Bahasa Jawa yang ringkas misalnya kejeglong, keblowok, mblereng dan ngonthel. *** Kayak biasane Narti karo Upik mbiodo ngrewangi mantenan e tonggo. Upik sing sek sekolah SMA sek kober sinau lan ngewangi mbak e ngadahi jajan. Upik ngadahi jajanan pasar ndek mejo karo sinau Boso Inggris. Dekne sinau karo mbiodo amarga sesok Upik arep e ulangan Bahasa Boso Inggris. Narti takon nang Upik sinau opo amarga ndelok Upik sinau nggethu njawab nek sinau Boso Inggris Mbak amarga sesok ono ulangan. Narti ngowahi nek lapo sinau,wong sek penakan boso jowo timbang Boso Inggris. Upik maleh njawab ora percoyo lan heran. Narti negesi maneh lan mbadeki sing macem-macem kayata inggris e mlaku alon-alon nang pinggir Upik e njawab, “Walk slowly along the side of road.”Narti malah takok maneh,”Halah dowo e eram, Mlipir lak wis. Lha lek numpak sepeda tuek?” Upik njawab maneh,” Riding an old bycycle.” Narti takon maneh lek kelebon eri nang kulit e diriji kuwi opo? Upik njawab a small and sharp thing that is embeded inside one’s Narti kedawan, ketelusupen opo susuben yo iso. Narti takok terus lek ga iso mbukak mripat amarga srengenge ne kepadangen iku yo terus njawab,”Cannot open the eyes because something is too bright and light.” Narti mbenerno jawaban e lek artie mblereng. Upik ngongkon mbak e takok maneh. Tibo kecelakaan amarga keno klambi, sarung utowo rok e. Upik njawabThe accidentaly because the cloths, wires or gown. Narti njawab e kesrimpet. Narti takon sing terakhir lek kerungu suoro wong akeh nganti gak iso turu. Upik pegel karo njawab mbribeni. Narti njawab, “ora mungkin lek ngomong much noise and disturb many people.” Tiba e Mbak Narti asline pinter Boso Inggris saking ngetes adikke karo ilmu e sing sesat. 5. Lomba Mangan Kerupuk Juri lomba makan kerupuk sudah menentukan urutan nomor satu hingga empat yang dimulai dari Brodin, Singgih, Abdul sampai Tito yang berada di urutan terakhir. Saat Juri memberi aba-aba satu hingga tiga, yang mulai makan kerupuk hanya Brodin, Singgih dan Abdul saja. Juri bertanya kepada Tito mengapa Tito berdiam saja. Tito menjawab tanpa dosa bahwa ia tidak makan karena nomor empat tidak disebut-sebut oleh Juri. *** Saiki lomba Agustusan wis tibo. Kabeh arek-arek cilik podo seneng lan bungah ngrayakno lomba. Lomba gawe ngerayakno Agustusan iki akeh wernane kayata Lomba nglebokno neker ndek njero botol, lomba nggepuk gendok, klompen barengan, njupuk gendero lan lomba mangan krupuk. Tito melu lomba mangan krupuk karo kancane sing jeneng e Brodin, Abdul lan Singgih. Juri ngekeki aba-aba, ”Nah, arek-arek, saiki lomba mangan krupuk e arep dimulai! Tito wis kesusu njawab,” Alhamdulillah, menang! Brodin nganti ngomong,”Gorong dimulai, ndul! Juri e sampek nggertaki lek Tito rame ae gantian Tito sing digantung kayak kerupuk kuwi! Arek-arek takon yok opo aturane lomba kerupuk iki. Juri nganti njelasno, “Dadi ngene yo! Brodin nomer siji, Singgih urutan nomer loro, Abdul urutan nomer telu nganti Tito sing buncrit nomer papat. Jurine mastekno karo absen siji-siji perkoro urutan arek-arek sing melu lomba mangan kerupuk mulai Brodin, Singgih, Abdul nganti Tito sing diabsen. Isone Tito lek njawab 86 tok. Juri mulai ngekeki aba-aba siji .. loro .. telu. Brodin, Singgih lan Abdul wis barengan mangan krupuk e. Tapi Tito yo mek meneng tok nggak mlaku-mlaku kayak kethek ketulup. Juri nganti negur nang Tito kenopo arek iku mek meneng ora mulai-mulai. Juri nganti pegel karo heran. Tito njawab lek urutan papat makan e Tito mek meneng, ngadek njegrek kayak ora nduwe duso. Juri nganti e iku Tito maleh kalah pas lomba amarga kalah cepet karo liyane. Tapi Tito rumangsa seneng lan lego masio kalah. Dekne oleh juara papat teko papat wong seng melu lomba. 6. Surat Gawe Bambang Ngatemun merindukan Bambang, anaknya yang sudah lama dipenjara. Ini karena Bambang nyolong celana pendek satu pickup bersama pickup-nya. Setelah seminggu berlalu, Ngatemun menulis surat pada Bambang karena musim tanam singkong. Sipir kaget saat membaca surat yang memberitahukan Bambang menanam granat di ladang Ngatemun. Tim khusus dan tentara tidak menemukan apa-apa. Ini tujuan Bambang agar Ngatemun, bapaknya bisa menanam singkong tanpa mencangkulinya dulu. *** Mbah Ngatemun nulis surat gawe anake, Bambang, saiki areke ditahan ndek penjara amarga nyolong suwal. Suwal e digowo sak pickup e sing arep digawe kulakan nang Pasar Amprong. Ngatemun nulis surate kayak ngene “Mbang, bapak wis tuwek karo uyuten, iki ngono goro-goro gelo mikirno awakmu. Saiki wis usume wong nandur pohong, Mbang! Biasane bapak eling awakmu sing nanduri. Lek ganok awakmu, bapak gak iso lapo-lapo. Wiwit seminggu sawise Ngatemun kirim surat, Bambang akhire mbalesi surate sing sek ntas dititipno nang sipire. Ngene isi surate “Wis Pak, njenengan wis tuwo ojo akeh-akeh kerjo abot, tegalane ojo dipaculi dhisik yo! Sakjane aku ngongkon wong nanduri granat karo bedhil ndek lemahe tegalan, Pak! Tenane Pak ojo diedel-edel lemahe dhisik yo!” Sipire kaget pas mbuka isi surate Bambang. Akhire Sipir ngajak tentara karo tim khusus gawe njeboli granat e ndek tegalane Ngatemun. Sawise tentara, tim khusus lan polisi njeboli lemah, tibae ora nemu bom lan bedhil babar blas. Ngatemun bingung nganti nulis surat maneh nang Bambang. Ngatemun nganti heran. Dekne terus nulis surat lan wewehi lek tibae mbahe yo gak nemu opo-opo babar blas malah nemu sandal, kutang, karo suwal wis podo dobol dikrikiti undur-undur. Ancene akal-akalane Bambang. Pikirane Bambang ngawur tenan. Akhire Bambang mbalesi kayak ngene,”Pak, njenengan langsung tanduri pohong ae!Lemahe wis dipaculne tentara karo tim khusus. Ojo lali ngomong matursuwun nang kelompok tim khusus lan omongno mugo entuk balesan teko Gusti Allah SWT. 7. Kosok Balen Nggak Mari-mari Salah satu anak bertanya seperti apa contohnya lawan kata. Guru memberi contoh seperti halnya besar lawan katanya kecil. Begitu guru memulai kata mahal’, anak-anak menjawabnya dengan murah.’ Pak Guru mengatakan ’Pelajaran hari ini sudah.” Tapi anak-anak menjawabnya dengan Pelajaran hari ini belum.” Permainan lawan kata ini seperti tak pernah berhenti sampai membuat Pak Guru lelah. *** Pak Guru wis ngandani lek saiki arep mulang boso jowo sing materine mbahas kosok balen. Pirang-pirang ndino iki arek-arek wis penasaran karo pelajaran kosok balen. Pak Guru ngawali pelajaran marang muride. Murid nyahut salame pak guru. Pak Guru wis kate nerangno opo iku kosok balen. Muride ono sing takon koyo opo kosok balen iku? Opo kosok balen iku angel? Ngono jarene. Ben muride ngerti opo sing jelasno gurune. Pak Guru akhire nerangno contohe kosok balen kayata gede karo cilik, endhek karo dhuwur. Maringono pak Guru negesi maneh opo arek-arek wis ngerti opo ora. Arek-arek serempak njawab lek wis ngerti. Mari njelasne artine kosok balen. Pak Guru mulai nakoni arek-arek karo sak kata. Dimulai teko, “Kasar.” Arek-arek jawab e alus.” Guru nambahi maneh. “Adoh.” Murid-murid nyahut,”Cidek.” Guru takon,”Larang.” Murid njawab,”Murah.” Guru terus mbadeki,”Loro.” Murid-murid nyahut. ”Waras.” “Urip karo mati.” Karepe Pak Guru marekno pelajarane karo ngomong.”Wis mari!” Tapi arek-arek malah nyahut,”Gorong mari!” Pak Guru heran nganti ngomong,”Loh, wayahe wis mulih iki!” Murid-murid nyahut maneg,”Loh, wayahe teko iki!” Gurune maleh ngelu nganti ngomong,”Piye toh yo? Kok gorong mudeng karepe? Murid malah nyahut,”Piye toh yo? Kok wis ngerti karepe? Iki pelajarane wis rampung rek!” Titahe pak Guru. “Iki pelajarane ntas mulai, Bapak!” sahute arek-arek. Pak guru nganti sambat,” Aduh, anak-anak yo!” Arek-arek nganti mbalesi, “Aduh, bapak-bapak yo!” Saking kesele, Pak Guru nganti pasrah,” Sampek kapan iki marine?” Arek-arek ga ono kesele,”Sampek kapan iki mulaine?” Gurune pisan mbengok,”UWIS-UWIS!!” Murid mbengok gantian,”Gorong-gorong!” Gurune ngpelaki bathuke dewe karo sambat,” MODARRR AKU!!! 8. Ngomongno Skripsi Mbek Dosen Cuplik berniat untuk konsultasi skripsi dengan dosen yang sempat mangkrak beratus-ratus semester. Tapi ketika Cuplik sudah niat konsultasi skripsinya, Pak Dosen malah curhat masalah cara mendapatkan pacar cantik kepada Cuplik. Cuplik heran kenapa yang konsultasi malah gantian dosennya. *** Cuplik saiki jadwal e konsul skripsi dadine nang kampus isuk-isuk nang ruangan dosen. Cuplik salam nang Pak Dosen nganti dikongkon melbu nang ruangan e. Pas dosen nakoni Cuplik wis ping piro konsul e jawaban e Cuplik malah lali. Jare dosen e lali saking akeh e konsul. Ngono Cuplik tambah ngomong suwun. Jare Cuplik sakjane dekne dikeki penghargaan mahasiswa paling antik ndek kampus. Jawaban e dosen gampang kari ngguwak nang museum. Pas dosen nakoni arep e konsul opo. Jawaban e Cuplik sek bingung ae. Alasan e Cuplik bingung amarga ora tau nulis skripsi. Dosen nyahuti, “Pisan maneh alasan gak tau nulis skripsi! Tak gunduli brengosmu sing gak tau dicukur mulai semester siji.“ Cuplik akhire bingung arepe lapo. Goro-goro iku, akhire gantian dosene ae sing konsul. Cuplik heran lan takon opo o kok dosen e gantian sing konsul nang dekne. Pak dosen mek pingin eroh kenopo Cuplik entuk pacar sing ayu lan aduhai. Saking pegele Cuplik, dekne nganti ngomong nang dosene menisan ae buka konsultasi curhat jomblo. Pak Dosen akhir e curhat dewe nang Cuplik perkoro urip e Pak Dosen sing jomblo terus. Goro-goro iki skripsine Cuplik gak mari-mari. Sakjane Cuplik sing ngomongno skripsi e maleh gantian dosen e dewe sing konsultasi. Malah garai Cuplik sepaneng. Pingin e nemu coro ben skripsi ndang mari. Sing ono malah ngomongno skripsi balek. Ngerti o ngono Cuplik getun teko nang kampus. Akhir e skripsi e mek di deleh tok ndek mejo Pak Dosen lan ditunda sesok. 9. Tumbas Es Cao Dialog antara penjual Es Cincau dan seorang bocah laki-laki yang bernama Eko. Penjual es memberitahukan kalau harga es naik lima ratus rupiah sehingga harganya menjadi dua ribu lima ratus rupiah. Eko bertanya kepada penjual kalau setetes berapaan? Penjual menjawabnya gratis. Eko meminta penjual es untuk meneteskan es cincau dalam plastik sampai penuh. *** Eko ngeroso kesel lan ngelak. Awan-awan panas iki wis mbayangno sing seger-seger. Ndelok panas-panas ndek embong wis mbayangno banyu ngecembeng. Panas-panas rasane ugal-ugalan katene ngombe es. Sembarang sing disawang Eko wis kayak seger-segeran. Kok yo ketepakan ono wong dodol Es Cao. Bakul es iki wis mandek ndek ngarepe poskamling. Eko pingin tumbas Cao nang bakul pinggir sekolah. Bakul Cao arep takon tuku opo. Eko malah njawab pethil karo obeng. Amarga bakule pegel, dekne nawakno petil gawe nuthuki Eko. Bakule takon ngono amarga mikir Eko niat tuku matrialan kok nang bakulan es. Eko negesi maneh nang bakul es, jarene regane mundak. Bakul njawab lek regane pancen mundak limang atus repes nganti dadi rong ewu lima ngatus repes. Sakjeke ngerti regane semono, Eko takon regane sak tetes piroan. Bakule yo njawab lek sak tetes yo gratis. Akhire Eko njaluk Es Cao sak tetes ae nganti kebek ditadahi plastik. Bakul Es Cao ngongkon Eko melet sing suwe nganti sesok. Eko malah balik takon lan heran gawe opo melet? Opo katene nyunati ilate Eko nganti ngepok a? Bakul es mbalesi lek arepe netesi ilate Eko karo Es Cao nganti sesok. Akhire Eko njawab lek kate dibayar timbang ngajaki gelut. Ancen Eko senengane njaraki bakulan sing ono ndek pinggir sekolahane. Eko lan Bakul Cao podo-podo keplek e. Es Cao e Eko tibae entek, saiki jaluk plastike tok. Ben e gratis jare Eko, Es Cao e arep nyiduk dewe. Tapi sakdurunge nyiduk es e wis dipendeliki karo bakule. 10. Mbayari Untu-Untuan Mbah Marjito lagi pasang gigi di klinik. Ia bertanta kepada dokter gigi,”Apa ini gigi beneran?” Jawaban dokter hanya gigi-gigian atau gigi palsu. Mbah bertanya pada dokter berapa biayanya. Dokter menjawab dua juta rupiah. Usai dari klinik, Si Dokter berlari mengejar Mbah Marjito. Dokter bilang mengapa dibayar dengan uang mainan. Si mbah bilang untuk gigi-gigian berarti bayarnya juga dengan uang-uangan atau uang mainan. *** Mbah Marjito sambat lek untune oglak-aglik. Kepingine simbah untune iso ndang dijabot ben ora risih. Tapi, dicabut untune ora gampang. Mbah wis njajal njabut untune karo benang, tapi sing sukses jebol gudug untune malah benange. Masio oglak-aglik, untune simbah iki tibae kuat. Simbah mikir, lek untune dicabut, untune malah dadi apik. Apik-sak api-apike mergo untune roto omponge, disawang teko ndi-ndi pancet ae ompong lan resik ora ono untu babar plas. Perkoro iki garai mbah pikiran yok opo lek ora iso mangan. Akhire simbah nurut opo jare putune lek dipasang untu palsu nang dokter ae. Akhire Mbah Marjito teko nang kiniik untu gawe masang untu. Dokter mriksani untune Mbah Marjito. Mergo untunge ompong kabeh, dokter ngandani simbah nek dipasangi untu palsu ae. Simbah gelem, tapi dekne takon regane piro lek masang untu-untuan. Doktere njawab lek regone rong yuto. Tapi simbah ngomonge gapopo. Doktere wis mulai masang untu-untuane Mbah Marjito. Mbah Marjito takon opo untune iki asli. Doktere njawab lek untune ora asli tapi palsu. Lek asli, untune yo cukul dewe. Mbah Marjito mek mantuk-mantuk tok. Terus simbah takon maneh lek diganti karo untune jaran ben kuat opo yo iso? Doktere mrenges karo njawab lek irunge diganti jaran pisan yo tambah medeni. Mari untune diganti, simbah mbayar regani untu-untuane. Tapi, pas arep mulih doktere mlayu nguber Mbah Marjito. Dipikir simbah, duite kurang. “Lapo kok sek nggoleki aku?” simbah takon. “Nganu mbah, kok iki mbayare karo duit-duitan lan ono tulisane Uang mainan’ Jawabane embah, “Lha wong dipasang untu-untuan yo dibayar karo duit-duitan.” Doktere kayak gelo. Tapi embah malah kepingkel-pingkel akhire dibayar duit tenanan karo ngomong,” Ojo digawe gelo, bene ora sutris.” Seperti halnya sandiwara bersumber Jawa Perdua, ludruk berusul Jawa Timur juga merupakan pergelaran yang menghiburTak tetapi bahasa oral, guyonan dalam ludruk pun disampaikan melalui gerak – sehingga bisa dimengerti oleh masyarakat luasTidak hanya pandai melucu, pemain ludruk kembali harus punya kemampuan melagu dan goyang badanKartolo, seorang seniman ludruk yang lalu terkenal. Lanang kelahiran Surabaya, Jawa Timur, ini mutakadim puluhan musim menggeluti ludrukRiuk satu perbedaan ludruk dengan ketoprak yaitu kisahan. Ludruk menggotong kisah sehari-musim sementara ketoprak mengangkat narasi sejarahTari remo akan menjadi pembuka tontonan ludruk. Tari remo ini semata-mata dibawakan oleh seorang penariWalau menceritakan narasi sehari-hari, set gelanggang dalam pertunjukan ludruk kelihatan terbelakang – sewaktu-waktu ada babak nan minus menggunakan setPementasan ludruk lumrah menggotong tema semangat sehari-hari dan kisahan perjuanganKarena tidak mengenal naskah layaknya pertunjukan maju, kemampuan improvisasi para anak ningrat ludruk dahulu pentingAtraksi ludruk akan diiringi maka dari itu pemain musik dan penyanyi. Acap kali para pemain akan berinteraksi dengan kelompok musik ini Kisahan yang diangkat merupakan kisah sehari-hari yang dempang dengan kehidupan publik. Bahasanya mudah dimengerti, bahkan diselingi guyonan dan gerak yang boleh takhlik penonton terpingkal-pingkal. Ludruk yaitu kesenian teater rakyat Jawa Timur yang berasal dari pematang rakyat jelata. Di Surabaya ludruk masih cangap dipentaskan, bertahan meski hanya dimainkan maka dari itu beberapa puluh orang. Ludruk merupakan salah satu keberagaman teater tradisi. Artinya ludruk bersemi mulai sejak ekspresi rakyat kebanyakan. Tema-tema ceritanya muncul berasal permasalahan keseharian rakyat. Dipentaskan dengan bahasa sehari-periode yang digunakan umum dok bawah. Karena itu pula ludruk dinilai andai teater rakyat. Dalam pertunjukan ludruk kebanyakan terdapat partikel tari remo, sandiwara radio, selingan, dan cerita lakon. James L. Peacock dalam Ritus Modernisasi Aspek Sosial & Simbolik Teater Rakyat Indonesia, menulis bahwa isi dari joget remo, dagelan, selingan, dan cerita bervariasi dari satu pertunjukan ke pertunjukan lain, serta isi dan elemen-elemen lain bervariasi secara hampir bebas mulai sejak isi dari unsur-elemen bukan. “Sebuah kafilah ludruk katakan saja lumrah menyampaikan enam dagelan yang berbeda, heksa- cerita yang berbeda, dan tiga jenis ngremo selama 20 pertunjukannya berleret-leret,” tulis Peacock. Tidak ada pakem yang pasti terhadap pertunjukan ludruk, seperti jumlah pemain dan jumlah babak. Para anak komidi ludruk dituntut berimprovisasi dan meluaskan jalan kisah yang mutakadim dibuat terlebih dahulu. Ludruk mulai dikenal lega abad ke-12. Saat itu namanya Ludruk Bandhan. “Ludruk Bandhan ini mempertunjukkan sejenis pameran kurnia dan kekebalan yang berkepribadian magis dengan menonjolkan plong keefektifan batin,” catat Sunaryo dkk dalam Perkembangan Ludruk di Jawa Timur Kajian Amatan Wacana Ludruk Bandhan biasanya tampil di lapangan. Instrumen musik pengiringnya antara lain kendang dan jidor. “Pergelaran ini seringkali digunakan perumpamaan terapi anak asuh yang menengah lindu,” ungkap Ayu Sutarto dalam makalah seminar berjudul “Reog dan Ludruk Dua Peninggalan Budaya Berusul Jawa Timur Yang Masih Berkuat”. Kemudian Ludruk Bandhan berkembang menjadi Lerok Pak Santik sepanjang abad ke-17 setakat 18. Lerok berasal dari kata “lira”, ialah radas irama petik seperti kecapi. Alat ini digunakan selama tontonan. Pak Santik, seorang pekebun berpokok Jombang, Jawa Timur, yakni motor yang memperbaharui kesenian ludruk. Selama pementasan, dia mempekerjakan riasan muka dan jaras kepala. Dadanya dibiarkan sonder karet penutup. Celananya menjuntai setakat atas alat penglihatan kaki dan bercelup hitam. Engkau pun menyampirkan ulos yang disebut sampur. Dalam pertunjukan, Selongsong Santik menari ngremo sembari berbicara sendiri menelanjangi isi hatinya kidungan. Dia mahir memakai bacot untuk menyuarakan bebunyian yang menyerupai alat nada. Kakinya seringkali menghentak-hentak tanah lapang sehingga menimbulkan bunyi gedrak-gedruk. Terbit sinilah kemungkinan asal kata ludruk. Pak Santik biasanya tampil ataupun nanggap dalam pesta ijab kabul, sunatan, dan kelahiran di kampung-kampung. Karena kelimpahan order, dia mengajak saingan-teman buat membantunya. Semuanya suami-laki. Padanan-jodoh Paket Santik berlaku andai komedian badhut dan perempuan teledhek. Buntelan Santik tak pun berbicara sendiri. Mulai ada unsur dialog dan narasi lakon dalam ludruk. Mereka tak hanya mengandalkan mulut sebagai pelempar guyonan, tapi juga bahasa tubuh. Atraksi sejenis ini diikuti artis lain dan berkembang di Surabaya, Malang, dan Mojokerto. Ludruk kemudian identik dengan guyonan. Awalnya bertambah banyak memainkan dagelan slapstick lawak agresif fisik. Namun, setelah muncul ludruk Cak Gondo Durasim puas 1920-an, banyak perubahan kerumahtanggaan konsep dagelan. Ludruk bertambah cenderung ke lawak halus, dengan permainan prolog-kata dan travesti sosial-garis haluan. Cak Durasim adalah sosok nan melegenda di dunia kesenian ludruk. Pemimpin kerumunan Ludruk Genteng, yang lebih dikenal dengan nama Ludruk Gondo, ini melakukan perombakan terhadap kesenian ludruk. James L. Peacock memanggil sebuah deskripsi adapun ludruk yang diterbitkan tahun 1930 melaporkan bahwa Durasim baru saja mengorganisir sebuah “keberagaman ludruk baru”. Cak Durasim juga memanfaatkan pergelaran rakyat ini bagi mencadangkan ide-ide chauvinisme dan pertarungan. Pada masa Jepang, meski dalam kontrol hati-hati, Kongkalikong Durasim menciptakan kidungan yang legendaris “Pegupon omahe doro, melok Nipon tambah soro.” Artinya, “pegupon apartemen ceceh perawan, ikut Nipon tambah sengsara.” “Sebagai jadinya, menurut satu kisah, ia disiksa oleh angkatan Jepang dan kemudian meninggal dunia pada tahun 1944,” tutur Peacock. Semangat Cak Gondo Durasim dilanjutkan maka itu Wibowo maupun Cak Gondo bersama Ludruk Marhaen yang terkenal lega era 1950-an sampai 1965 dengan spirit revolusionernya. Luang redup di awal Orde Baru, sejumlah seniman ludruk muncul ke bidang dan meraih reputasi. Pelecok satunya Kartolo Cs, yang tidak hanya sukses n domestik setiap pertunjukan tapi juga kaset memori yang diterima baik makanya masyarakat. Fuji Rahayu internal penelitiannya berjudul “Perkembangan Seni Atraksi Ludruk di Surabaya tahun 1980-1995 Tinjauan Bersejarah Grup Kartolo CS” dimuat buku harian Avatara, Vol. 2, No. 2, Juni 2022, memanggil daya kreasi Kartolo dan serikat-kawan menampilkan lawak bersikap ludrukan mampu mengangkat kembali pamor ludruk nan sempat redup. “Kartolo mengedepankan lawak dengan gaya ludrukan, tinimbang menampilkan ludruk secara utuh. Kejadian ini disebabkan karena ludruk sudah enggak lagi sesuai dengan perkembangan zaman,” catat Fuji Rahayu. Hingga kini ludruk bisa bersikukuh karena lakon-lakon yang dipentaskan tinggal aktual dan dekat dengan budaya setempat. Karuan semata-mata disampaikan dengan bahasa yang komunikatif dan disertai lawakan yang menghibur.* Artikel Terkait Cerita Rakyat Bahasa Jawa – Saat ini sebuah cerita sudah banyak dibuat dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia, seperti salah satunya cerita rakyat bahasa Jawa yang populer. Selain sebagai bahan bacaan terkadang siswa/i yang tinggal di pulau Jawa mendapatkan tugas untuk menceritakan cerita rakyat dalam bahasa Jawa. Sehingga hal ini membuat cerita bahasa Jawa jauh lebih banyak dicari dan membuat banyak penulis semakin gencar untuk membuat cerita dengan bahasa Jawa. Hal itulah yang membuat cerita bahasa Jawa tidak sulit untuk ditemukan. Berikut beberapa cerita rakyat menggunakan bahasa Jawa ini dapat dijadikan referensi 1. Cerita Rakyat Bahasa Jawa Keong Mas Cerita rakyat satu ini cukup populer dan sangat disukai oleh rakyat Indonesia, semua itu karena cerita keong Mas selain menarik untuk diikuti juga mengandung banyak pesan moral. Hal itulah yang membuat Keong Mas banyak dipilih untuk dibaca atau menjadi bahan tugas sekolah. Berikut contoh cerita rakyat bahasa Jawa Keong Mas yang dapat dijadikan referensi Cerita Rakyat Bahasa Jawa Keong Mas Keong Emas Lan Pangeran Apik Ana wong loro putri sing ayu banget jenenge Candra Kirana lan Dewi Galuh. Nganti sawijining dina dheweke nemoni sawijining pangeran sing ayu banget uga pangeran ayu sing jenenge Raden Inu Kertapati. Rawuhé ditujokake kanggo nglamar Candra Kirana. Kunjungan Raden Inu Kertapati ditampa kanthi becik dening Prabu Kertamarta, lan pungkasane Candra Kirana melu Raden Inu Kertapati. Nanging pertunangan kasebut ndadekake Dewi Galuh rumangsa iri lan mlebu omah omahe Eyang. Dheweke takon yen ngukum Candra Kirana iku njijiki lan dijaga karo Raden Inu. Si Eyang mau uga ngutuk Candra Kirana dadi Conch Emas, banjur dibuwang ing kali. Ing sawijining dina, mbah putri sing apikan golek iwak nganggo jala, lan keong emas dicekel jaringe. Dheweke banjur nggawa tumpeng emas ing omah lan dilebokake ing jar. Esuke mbah putri golek iwak maneh ing kali, nanging ora entuk iwak. Banjur mbah mutusake mulih, nanging nalika tekan omah dheweke kaget banget, amarga wis ana panganan sing enak banget. Eyang kepingin weruh sing ngirim panganan. Kedadeyan kasebut bola-bali saben dina, amarga rasa penasaran ing dina esuk, mbahku pengin njupuk Ndeleng babagan apa sing kedadeyan nalika dheweke lagi mancing. Ora let suwe, simbah kaget banget. Amarga tumpukan emas sing dilebokake ing kono banjur malih dadi prawan ayu. Prawan banjur masak lan nyiyapake sajian ing meja. “Sampeyan sinten putri ayu, lan saka ngendi sampeyan?” Takon mbah. “Aku putri kerajaan Daha sing digawa dadi keong emas dening utusan utusan sedulurku amarga cemburu karo aku,” ujare keong emas kasebut. Sawise mangsuli pitakon saka nenek, Candra Kirana ganti maneh dadi keong emas. Dene pangeran Inu Kertapati ngupaya dheweke kanthi nyamar dadi wong biasa. Nalika dalan Raden Inu kepethuk karo mbah kakung sing ngelih, dipasrahake dhahar karo mbah. Pungkasane Raden Inu dikandhani ana ngendi Candra Kirana, dheweke kandha marang Raden supaya pindhah menyang desa sing kasebut. Dheweke nyedhaki gubug sing dideleng njaluk banyu. Ing gubug dheweke kaget banget, ndeleng Candra Kirana lagi masak. Pungkasane kutukan penyihir kasebut ilang. Banjur Raden Inu nggawa tunangane karo mbah putri sing apik banget menyang istana, lan Candra Kirana nyritakake tumindak Dewi Galuh menyang Majapahit Kertamarta. Seri ngapura marang Candra Kirana lan kosok baline Dewi Galuh wedi, mula dheweke mlayu menyang alas. Pungkasane perkawinan Candra Kirana lan Raden Inu Kertapati kalakon, lan pesta kasebut santai banget. Pungkasane dheweke urip kanthi seneng. Baca Juga Contoh Cerpen Tentang Pendidikan 2. Cerita Rakyat Bahasa Jawa Nyi Loro Kidul Siapa yang tidak mengenal cerita Nyi Loro Kidul yang terkenal sebagai wanita cantik penunggu pantai selatan. Hingga saat ini ceritanya masih banyak digemari oleh berbagai kalangan di Indonesia. Hal ini membuat cerita Nyi Loro Kidul banyak dicari, berikut cerita rakyat bahasa Jawa Nyi Loro Kidul yang dapat dijadikan referensi Cerita Rakyat Bahasa Jawa Nyi Loro Kidul Legenda Pesisir Kidul Ing kraton kuna ana sawijining putri sing pasuryan ayu lan nggawe sapa wae sing tresna karo dheweke. Iki mesthi nggawe konsolidasi raja dadi cemburu lan ngetokake sihir ireng saengga rai putri kasebut rusak lan elek. Putri dipercaya kena infeksi penyakit kulit sing nyebabake raja ngusir dheweke saka istana. Sing mesthi ndadekake Putri murka lan mutusake dhiri. Yen putri kepara ana swara sing ngandhani sang putri kudu salah siji karo Laut Kidul. Sawise sang putri terjun ing Laut Kidul, rai praupane katon ayu maneh. Kawit biyen Nyi Loro Kidul dadi wali pesisir Laut Kidul. Nyi Loro Kidul dipercaya bisa nulungi wong sing nandhang susah yen pengin dadi pengikut. Nganti saiki masarakat masarakat percaya manawa putri ayu kasebut yaiku Nyi Loro Kidul sing njaga pesisir Laut Kidul. Ing kana ana larangan kanggo nganggo sandhangan ijo ing Laut Kidul. Masyarakat percaya yen ana wong sing digulung karo ombak, dheweke wis dadi abdine Nyi Loro Kidul. Saengga masarakat kasebut nglarang para pengunjung pesisir Laut Kidul ora nganggo sandhangan ijo. Kabeh mau yaiku njaga ketenangan lan keslametan pengunjung pantai. 3. Cerita Rakyat Bahasa Jawa Candi Prambanan Cerita dibalik kemegahan candi Prambanan memang sudah tersebar luas, dimana ada kisah yang sangat mengandung pesan moral disana. Sehingga cerita ini sangat cocok untuk dibaca berbagai kalangan, berikut cerita rakyat bahasa Jawa Candi Prambanan yang dapat dijadikan referensi Cerita Rakyat Bahasa Jawa Candi Prambanan Pangeran Bondowoso Lan Roro Jonggrang Kraton gedhe tiba ing mungsuh, kerajaan duwe putri ayu jenenge Roro Jonggrang. Pangeran Bondowoso tresnane karo dheweke lan tujuane omah-omah karo putri. Nanging mesthine Roro Jonggrang ora seneng karo pangeran Bondowoso, mula dheweke njaluk tugas angel nggawe sewu candi sewengi. Ketoke pangeran Bondowoso sarujuk. Kanthi bantuan jinns lan roh sadurunge esuke syarat kasebut meh ditindakake dening Pangeran Bondowoso. Mesthi wae weruh Roro Jonggrang panik lan mikir cara supaya dheweke ora bisa ngetrapake syarat kasebut. Pungkasane putri ngandhani abdi kasebut kanggo ngetokaké lesung lan kembang kembang. Dadi jin lan semangat iku rumangsa awan lan nuli mandheg gaweyane. Pangeran Bondowoso nesu nalika ngerti babagan cara licik Roro Jonggrang sanajan dheweke mbutuhake 1 candhi maneh kanggo nyukupi kebutuhan kasebut. Duka Pangeran Bondowoso pungkasane tumindak kanthi ngukum Roro Jonggrang menyang patung 1000 kanggo ngrampungake candhi. Iki minangka sejarah ing mburi crita candhi Prambanan kanthi 1000 candhine. Baca Juga Cerita Misteri 4. Cerita Rakyat Bahasa Jawa Danau Toba Danau Toba memiliki kisah unik dan menarik dibaliknya, dimana kisahnya juga berkaitan dengan pulau Samosir. Sehingga membuat cerita rakyat ini sangat banyak digemari apa lagi jika menggunakan bahasa Jawa dalam penulisannya. Berikut cerita rakyat bahasa Jawa Danau Toba yang dapat dijadikan referensi Cerita Rakyat Bahasa Jawa Candi Prambanan Pulo Samosir Lan Danau Toba Wong sing jenenge Toba sing duwe uripe sederhana ora duwe kulawarga, sing ditindakake Toba mung mancing. Sawijining dina nalika fishing Toba entuk pancing nyekel iwak gedhe. Nanging Toba kaget amarga golek iwak gedhe dadi wong wadon sing ayu. Toba sing langsung tresna, nuli mutusake omah-omah, wong wadon ayu setuju. Nanging, kanthi kahanan, Toba bisa uga ora nggawa asal saka iwak lan disetujoni dening Toba. Pungkasane dheweke omah-omah lan urip kanthi sederhana lan luwih lengkap nalika dikurniake putra sing jenenge Samosir. Samosir duwe napsu gedhe saengga Toba kudu nyambut gawe luwih gedhe kanggo kabutuhan urip bebrayan. Sawijining dina ibune njaluk tulung marang Samosir supaya mangan awan ing bapake sing lagi kerja ing sawah. Jarak lapangan cukup adoh kanggo nggawe Samosir krasa luwe lan ngelak. Pungkasane Samosir ora sengaja mangan awan sing digawa nganti ana mung kiwa. Samosir wedi yen bapake duka nanging yen mbalek maneh ora bakal cukup wektu. Dadi pungkasane Samosir milih nggawa jajan cilik kasebut menyang bapake lan yakin Toba nesu marang Samosir. Kanthi emosi, Toba mbuwang panganan panganan lan sumpah Samosir kanthi ngomong manawa Samosir minangka anak iwak. Mesthi wae krungu krungu sing nggawe Samosir nangis lan mulih kanthi sedhih. Samosir nyritakake iki marang ibune lan mesthi wae ibune rumangsa yen Toba wis ngilangi janjine. Pungkasane ibune ngandhani Samosir munggah gunung lan ngenteni neng kana wae. Ujug-ujug banyu kasebut metu saka papane garwane Toba terus terus mili lan ing ngendi Samosir ngadeg wis dadi pulau cilik. Mangkene sejarah sing ana ing Tlaga Toba kanthi pulo cilik sing diarani Samosir ing tengah tlaga. Baca Juga Cerita Rakyat Malin Kundang 5. Cerita Rakyat Bahasa Jawa Malin Kundang Seorang anak yang durhaka tentu akan mengingatkan banyak orang dengan satu cerita rakyat yaitu Malin Kundang. Banyak sekali pesan moral yang ada pada cerita rakyat ini, sehingga cerita ini sangat banyak digemari. Berikut cerita rakyat bahasa Jawa Malin Kundang yang dapat dijadikan referensi Cerita Rakyat Bahasa Jawa Malin Kundang Malin Son Durhaka Ibu wis urip karo anake sing jenenge Malin kanthi kahanan sing apes. Iki nggawe Malin kepengin pindhah lan ngganti bal pari. Wiwitane ibu ora gelem nanging Malin mesthi nggawe percoyo, mula pungkasane Malin lunga menyang kutha lan ditinggal ibune dhewe ing desa kasebut. Pirang-pirang taun mengko Malin wis dadi sugih amarga dheweke palakrami karo kulawarga kulawarga sing sugih. Ibune sing rumangsa wis nate nemoni Malin sing wis suwe ora katon, akhire mutusake menyang Malin. Ibune menyang lan terus nggoleki Malin tanpa ana alamat sithik. Nanging ora suwe yen ibu bisa nemokake anake, kabeh amarga Malin omah-omah karo wanita sing dihormati. Nalika ibune teka menyang Malin lan trenyuh banget amarga sukses Malin, Malin ora pengin ngakoni. Bojone Malin malah ujar manawa Malin ora duwe ibu maneh. Malin nolak yen ibune teka. Malin isin ngakoni ibune lagi reged kaya wong ngemis iki. Malah Malin ujar manawa ibu iki minangka pengemis sing ngaku. Mesthine nggawe ibune Malin lara, supaya dheweke ora bisa nesu maneh. Ibune ujar yen ati Malin angel banget lan Malin pancen bocah sing ora sopan amarga ora ngakoni ibune kelairane. Langsung udan deres teka karo kilat. Nanging sikil Malin ora bisa obah, sikile kaya minyak. Pungkasane Malin kelingan kesalahan lan sujud marang sih-rahmat. Nanging telat banget lan saiki awak Malin wis dadi watu. Yaiku sejarah sing ana ing watu sujud ing pesisir Segara Padang. Itulah beberapa cerita rakyat bahasa Jawa yang dapat dijadikan referensi baik untuk membaca ataupun menyelesaikan tugas sekolah. Dimana dengan mengetahui berbagai macam cerita tentu akan membuat tugas sekolah lebih mudah atau membacapun akan semakin mengasikan. Apa lagi cerita sudah ditulis dalam bahasa Jawa yang tentu akan semakin disukai oleh orang Jawa karena jauh lebih dimengerti bahasanya. Cerita Rakyat Bahasa Jawa

cerita ludruk bahasa jawa singkat