puisi bahasa jepang tentang ibu
Puisitentang ibu hanyalah sebuah ungkapan hati kita atas cinta yang teramat sangat kepada beliau. Memupuk rasa cinta terhadap bahasa ibu dalam rangka menyambut hari bahasa ibu yang jatuh pada tanggal 21 feb 2022. Figur yang paling kita sayangi dan paling berharga di dunia ini salah satunya adalah ibu. Berikut puisi hari ibu terbaik yang
PuisiUntuk Ibu. contoh 1. Thoughts Of You. Memories of another time still come. To me and fill my mind, with thoughts. Of you when you were young. I lie awake. 'Till the morning sun comes creeping. Through my window shade, as I dwell upon.
Site De Rencontre Français Non Payant. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bahasa ibu sebagai native language merupakan bahasa yang pertama kali kita kenal dan kita akrabi untuk waktu sekian lama. Bahasa yang kita pergunakan sejak awal kita mengenal bahasa, untuk berkomunikasi dengan ibu kita, dengan keluarga dan masyarakat di sekitar kita kemudian telah berpindah tempat dan menggunakan bahasa yang lain, bahasa ibu atau bahasa daerah kita, akan sangat sulit kita lupakan karena biasanya ia akan terus mendarahdaging. Tidak jarang kita pun berusaha mengenalkan dan mewariskannya kepada anak-anak kita, yang lahir dan tumbuh dalam bahasa yang berbeda. Demikian halnya dalam menulis sastra atau puisi. Sebagai sebuah bentuk komunikasi, tidak jarang penyair pun menuliskan puisinya dengan menggunakan bahasa ibu, menggunakan bahasa daerah asalnya. Puisi yang saya maksud di sini tentu adalah puisi kontemporer, puisi yang kekinian. Sebab, jika kita bicara soal puisi tradisional atau sastra tradional, hampir tiap daerah telah mempunyai ragamnya sendiri-sendiri. Seperti Aceh misalnya yang mempunyai mantera dan hadih maja [1], Minang atau Sumatera Barat yang mempunyai talibun dan pepatah-petitih [2], Sunda atau Jawa Barat yang mempunyai mantra dan sawer [3], Sulawesi Selatan yang bahkan tiap daerahnya mempunyai ragamnya sendiri [4] atau Jawa yang terkenal juga dengan berbagai ragam puisi atau sastra tradisionalnya seperti kakawin dan tembang [5].Bermacam alasan penyair menuliskan puisinya dalam bahasa ibu. Ada yang hanya untuk sekedar klangenan atau bernostalgia, ada yang memang menganggap menulis puisi dalam bahasa ibu sama halnya juga dengan menulis puisi dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, berpuisi dengan menggunakan bahasa ibu tidak berbeda halnya dengan mencoba mengajak orang lain ngobrol menggunakan bahasa ibu. Ada juga yang melakukannya untuk mengenalkan puisi, membaurkan puisi ke dalam bahasa ibu, ada juga yang melakukannya sebagai bentuk penghormaan terhadap bahasa alasannya, menulis puisi dalam bahasa ibu memang sudah bukan hal yang asing lagi saat ini. Di Kompasiana ini, sering juga kita dapati puisi yang ditulis menggunakan bahasa ibu atau bahasa SusahNamun demikian, meski bahasa ibu begitu luwes untuk kita gunakan dalam berkomunikasi sehari-hari, terutama secara verbal, menulis puisi dalam bahasa ibu ternyata gampang-gampang susah. Faktor kulina atau keterbiasaan menggunakan bahasa Indonesia dalam menulis puisi, seringkali membuat kita terjebak dalam menulis puisi menggunakan bahasa ibu. Puisi-puisi yang kita tulis seringkali masih belepotan, bercampuran dengan bahasa Indonesia. Namun hal ini secara alami akan dapat normal dengan sendirinya seiring kita terus giat menulis puisi dalam bahasa ibu. Seperti saat kita baru pertama kali pindah ke suatu tempat yang menggunakan bahasa yang berbeda dengan bahasa yang kita gunakan sebelumnya, tentu kita akan mengalami kecanggungan dalam berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Namun, lambat laun, bahkan dalam bermimpi pun kita akhirnya menggunakan bahasa baru pisau, kemampuan menulis puisi, dalam hal ini menulisnya dengan menggunakan bahasa ibu, akan semakin tajam seiring kita terus sekian alasan penyair menulis puisi atau sastra dalam bahasa ibu, pemberontakan merupakan alasan yang cukup menarik. Pemberontakan atas marginalitas sastra daerah, sastra berbahasa ibu. Semangat ini setidaknya diusung oleh penyair-penyair Tegal yang memang gemar berpuisi dalam bahasa ibu. Secara serius bahkan mereka menerbitkan antologi-antologi puisi berbahasa Tegalan bahasa jawa dalam dialek ngapak utara. Terakhir, bahkan muncul genre puisi kur 267 yang mengadaptasi puisi tradisional Jepang, haiku [6], sebagai puisi berpola suku kata 2, 6 dan 7 yang ditulis dalam bahasa ngapak Tegalan silahkan klik tautan tentang kur 267 di bawah untuk mengetahuinya lebih lanjut. 1 2 Lihat Bahasa Selengkapnya
Puisi tentang ibu ini berisi kumpulan puisi-puisi tentang ibu tercinta. Sangat cocok diberikan untuk ibu sebagai ungkapan kado ulang tahun, hari ibu, dan menyatakan kasih sayang untuk ibu tercinta. Setiap orang terlahir dengan kasih sayang orang tua khususnya seorang ibu tanpa terkecuali. Ibu merupakan orang pertama yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang sampai sekarang. Beliau merupakan seseorang yang telah berjasa bagi kita semua. Pengorbanan seorang ibu sangatlah besar demi anaknya agar kelak dapat hidup bahagia. Mungkin ada sebagian dari kita yang tidak dapat merasakan kehangatan akan kasih sayang ibu sejak kecil. Oleh karena itu, hendaknya kita bersyukur apabila masih bisa berkumpul dengan ibu kita yang telah membesarkan kita dengan penuh kesabaran dan ketulusan. Ucapan terima kasih kepada ibu seringkali diungkapkan melalui puisi-puisi nan indah. Sehingga, tak jarang kita menemui puisi yang bertemakan ibu pada artikel, majalah atu bahkan buku pelajaran sekolah. Terdapat pula beberapa pengarang puisi tentang ibu yang terkenal seperti chairil anwar atau emha ainun najib. Namun, masih banyak karya-karya lain yang mengungkapkan ucapan terima kasih kepada ibu dalam bentuk puisi tentang ibuyang telah kami kumpulkan dalam artikel ini. Contoh Puisi tentang IbuSetetes Air MataBungaTangisan Air Mata BundaKini Aku Telah Berhasil MaKerinduanTerpaksa Mencintai IbuBidadari DuniaTuhan Sayang IbuBagai Malaikat Tanpa SayapKurasa HatimuMuara Kasih Contoh Puisi tentang Ibu Setetes Air Mata Setetes air mata seorang ibugejola hati yang seakan akan ingin menjeritair mata terus mengairmembasahi kedua pipinyayang sangat lembut Dimalam yang sunyi gelap guritakedinginan yang merada ditubuhnyahati yang terluka terhanyut dalam kesedihanseorang ibu terusmeneteskan air matadan ia mulai bertanya kepada seorang anakia mulai mengucapkankata kata dengan lisanmulutnya seakan akan ingin marahpenderitaan yang dirasakan Ia mulai berbaringdan meneskan air mataapa yang ia rasakandan mulai merenung dan diamtanpa kata kata Setetes air mata – oleh Hanim FatmawatiMadiun Puisi tentang ibu Bunga Oleh Ellen Erviandani Aku pilih mati !Jika bunga tetap menangisKarena tiap-tiap tetesannya luka dalam jiwaku Aku pilih mati !Buratan benang kusam jalannya terlampau terbatasKala itu menghendaki aku bunuh sang waktu Aku pilih mati !Sebagai aku kupu-kupu yang tak bersayapBagi aku yang tak terbang cerahkan kelopaknya Aku marah !Jika keasingan merengut senyum bungaSangat teriris… Aku tak pilih mati !Sinar doa-doanya selimuti malamkuBegitu banyak harapan mimpi bunga padaku Aku bakal berdiam diriDengarkan sepoi angin berasal dari dirinyaMenyongsong tajam sorot mata tuanya Aku tak boleh mati !Mendahului bungaItu pintanya Pergimu Tiada Kembali Bila sepi malam seperti ini,Rinduku padamu mengusik jiwa. Teringat akan senyumanmu,Yang meneduhkan, mendamaikan, dan menenangkan jiwaku. Ibu,Sedih ini kan terobatiSeandainya engkau ada di sini. Galau ini akan terhapus,Jika engkau masih bersama kami. Kini hanya doaYang bisa kupanjatkan. Moga engkau bahagia di alam sana. Maafkan Aku, Ibu Akulah sang pengukir mimpiYang menghendaki pergi berasal dari sunyiYang hanyut oleh gelisahDan ditelan rasa bersalahIbu, kaulah mataharikuTerang dalam gelapku Kau tuntun aku di jalur berlikuYang penuh oleh batuUcapanmu bagaikan kamus hidupkuAku berteduh dalam naungan do’amuMemohon ampunan darimu Karena ridho Allah adalah ridhomuAku senang memilikimu IbuKarena engkau sinar hidupkuKaulah kunci berasal dari kesuksesankuIbu, maafkan aku Puisi tentang ibu Tangisan Air Mata Bunda Oleh Monika Sebentina Dalam senyummu kau sembunyikan lelahmuDerita siang dan malam menimpamutak sedetik pun menghentikan caramuUntuk bisa memberi harapan baru bagiku Seonggok cacian selalu menghampirimusecerah hinaan tak perduli bagimuselalu kau teruskan cara untuk masa depankumencari harapan baru kembali bagi anakmu Bukan setumpuk Emas yang kau menginginkan di dalam kesuksesankubukan gulungan duit yang kau minta di dalam kesuksesankubukan juga sebatang perunggu di dalam kemenangankutapi permohonan hatimu membahagiakan aku Dan yang selalu kau berkata terhadapkuAku menyayangimu saat ini dan pas aku tak kembali bersama denganmuaku menyayangimu anakku bersama dengan ketulusan hati ku. Kehebatanmu Ibu oleh Rifka Nurul Aulia Ketika ku tak bisa berjalanKetika ku tidak bisa berbicaraManusia pertama kali yang menemanimu adalah ibuYang selalu tersedia saat kau Sedih, senang dan susahketika anda mulai membesarKau bisa sadar hidupBetapa sulitnya pernah pas ibumu melahirkanmuKeringat bercucuran mulai jatuhDan saat ibumu melahirkanmu, ayahmu selalu menemani IbuDan ayahmu berkata “Yang kuat “Bayangkan dan bayangkan saat ini kau tumbuh menjadi makhluk normalMasih banyak seorang ibu yang inginkan melahirkan anaknya normalTapi tersedia seorang ibu yang perlu mendapat kan ujian anak yang tidak normalSebagai manusia sosial kita perlu saling bantu dan tolong menolongMaka,Kita perlu berterimakasih ke Ibu sebab 9 bulan dia mengandungTiada lelah yang dirasakannyaMaka saat ini kita perlu balas budi kepada ibuIbu I love youYou are my everythingbecause you’re forever in my heart you Allah and Thanks MotherSelamanya kau selau di hatiku Samudra Kasih Bunda Ibu selalu memberi, memberi, memberiSedari kita kecil hingga dewasasampai dia pun tutup usia Kasih sayangnya pancaran kasih sayang TuhanTulis ikhlasnya pancaran tulus ikhlas TuhanDia samudra amat dalam dan langit luas kehidupan Dia seindah kerajaan burung-burung dan terumbu karang istana ikanYang menjajikan kedamaian dan hidup bahagiaDia benteng pelindung atas bencana menimpaMeski tubuhnya sendiri renta Ibulah cahaya-cahaya di kegelapanPandu penunjuk jalan lurusKarena hati dan cintanya yang tulusPengorbananmu, Buda, iklas sumbangsihmuTeladan bagi banyak hal yang bernama baikDengan akhlak dan cantik Dari rahimu kan lahir anak-anak salih-salihahDi telapak kakimu tergelar surgaKarena selalu kau jaga langkahnya Di hadapan ibu yang muliaTerkaparlah anak-anak durhakaIalah mereka yang mengingkari dan mengkhianatiTulus mendalam kasih sayangmu Yang lalai dan lupa karena tipu daya duniaMaka samudra ampunmu, Buda, kumohonkan sepenuh kalbuJika kami pernah bersalah, berdosaSeringnya mengecewakan dan menyesakkan nafasmu Adapun doa restumu, Bunda, panjatkan dan limpahkanlahUntuk putra-putri yang mendambakanmuSebelum kami berangkat mengayun langkahMembuka lahan-lahan kehidupan. Puisi tentang ibu Tidak Akan Terganti Oleh Nurhalimah Lubis Ketika kupandang lekat terhadap sudut matamuTersimpan derita yang begitu mendalamAku sadar disana banyak tersimpan air mata untuk kita anakmu Air mata yang telah kita lakukanIbuKamu selalu berharap kita anakmu yang kan menjadi nomer satuNamun sering kali kita melawan dan melalaikan perintahmu Kami selalu membuatmu bersedihMulai saat ini aku bertekad untuk menghapus air matamu…dan menggantinya bersama dengan canda dan tawa Terima kasih IbuKau takkan pernah tergantikan di di dalam hati kita anakmu Pantaskah Aku Ku duduk berdiam diriWanita yang mulai renta ku pandangiWanita yang selama ini mengasihiSerta merawatku sepenuh hati Seorang wanita yang tak kenal mengeluhYang tak peduli dipelipisnya berjuta peluhYang bekerja keras tak kenal waktuHanya demi kesuksesanku Tapi pantaskah aku ?Masih dicintainyaMasih disayanginyaMasih menjadi kebanggaannya Aku hanyalah anak tak tau diriYang hanya tidur dan pergi setiap hariYang membentaknya kala dinasihatiYang manja dan mementingkan diri sendiri Pantaskah aku, ibu ?Mendapat kasih sayangmuMendapat cinta tulusmuMemanggilmu seorang ibu Aku marah,Aku benci,Pada diri sendiri Mengapa baru ku sadari ?Aku mengecewakannyaAku beban hidupnyaAku berdosa padanya Pantaskah aku,Mendapat surgamu ibu ? Puisi Seorang Anak Untuk Ibu Aku berangkat saat ini untuk membantai lawan..Untuk berjuang di dalam pertempuran..Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi..Doakanlah sehingga aku berhasil.. Sayapku telah tumbuh, aku inginkan terbang..Merebut kemenangan di mana pun adanya..Aku dapat pergi, Bu, janganlah menangis..Biar kucari jalanku sendiri.. Aku inginkan melihat, menyentuh, dan mendengar..Meskipun tersedia bahaya, tersedia rasa takut..Aku dapat tersenyum dan menghapus air mata..Biar kuutarakan pikiranku.. Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku..Memahat tempatku, menjahit kainku..Ingatlah, pas aku melayari sungaiku..Aku mencintaimu, di selama jalanku. puisi tentang ibu Saatku Menutup Mata Oleh Fahmi Mohd Saat ku menutup mata bunda…Aku tak ingin mata itu melihat ku dengan penuh air…..Saat ku menutup mata bunda…Aku tak ingin hati itu seakan tergores…..Saat ku menutup mata bunda…Aku ingin bibir itu terseyum…..Aku tidak ingin engkau terluka…..Bunda…Mungkin ini adalah lihatan yang sangat bagimu…….Tapi aku tak ingin melihat dengan seakan tak sanggub melepaskanku….Bunda….Aku hanya ingin engkau merelakan ku…..Dan mengantar kan aku pulang ke rumah ku dengan senyum mu…Saat ku menutup mata bunda….Aku ingin kau tau bahwa ku…Menyayangimu….Bahwa ku …Mencintai mu….Aku bahagia bisa jadi anak mu…. Untuk Ibuku tercinta By Agus Suarsono Ku ingin,Menghirup hawa yang kau tempatmu tempatmu terlelap di atas pangkuanmu. Ibu…Ku cuma inginkan selalu waktuku… Mengingat Ibu Dengan berselimut kesendirianKuterbangun menatap langit langit kamarkuTerlintas di benak sosok engkauYang selalu menemaniku menjemput pagiYang selalu menemaniku menikmati panasnya sinar matahariYang selalu menemaniku menyaksikan bulan dan bintangDan kembali mengantarku ke dalam tidur yang panjang Semua itu kini tak dapat lagi kurasakanKarena saat ini ku jauh darimuMekipun sebenarnya ku tak bisaNamun ku yakin semua itu akan berakhir Ibu…Aku rindu dengan senyummuAku rindu dengan kasih sayangmuAku rindu dengan belai lembutmuAku rindu akan pelukmuKu ingin kau tahu itu Ibu….Kau selalu adaDi setiap hembusan nafaskuDi setiap langkah kakikuDi setiap apa yang ku gapaiKarena kau begitu berarti dalam hidupku Jasa Seorang Ibu Oleh Patma Ibu…kau membingbingku selama satu tahunkau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah Ibu….kau begitu ceria dan rajin berasal dari terhadap guru yang lainibu…kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan Ibu…kalau aku sebabkan keliru tolong maafkan akukarena aku cuma kesal karna aku selalu diejek Ibu…kalau aku kembali sedih kau menghibur akukalau aku kembali kesal kau menghiburku Ibu…terimakasih atas jasa-jasamu jikalau akumasih sempat bertemu bersama dengan ibuaku amat inginkan memeluk ibu Bunda, Ku Rindu Kau Waktu itu,Aku melihat senyummu di kala DhuhaBurung burung menyambut langkahkuBerkicau kicau mendesah sebuah nada yang elok nan indahOh bunda, kau cantik sekali di pagi ini Teringat kenangan manis melambai lambaiTak pernah kabur dari simpanan memorikuUntaian kata lembut terngiang ngiang di udara pikirankuOh bunda, Kau yang terindah Terpeleset pikiranku lama tak berjumpaSekian lama tak tersentuh kabarmuMaafkan bila tak menyapa lebih dekatJauh nian diriku tak melihatmuWajahmu di awan selalu menghantuikuOh tuhan, lindungilah dia Maafkan daku,Belum bisa terbang kesana..Oh Bunda, Ku Rindu Kau Ibu Terhebat Oh Ibu…engkau laksana sang suryaPenerang semua jalanMenuju kebaikan Oh Ibu…Engkau melahirkanKau besarkan akuDengan semua pengorbananmuLangkahku kau ikutiAgar jadi anak yang berbakti Oh Ibu…Engkau sabar!!!Sabar menghadapikuKan saya ikuti semua nasihatmu Ketulusan Seorang Ibu Ibu…Engkau bagaikan pelita dalam hidupkuDi waktu ku gelisah, tertatihKini engkau selalu ada dan menemaniMenjagaku di saat ku kehilangan arahMembuatku lebih kuat akan segalanyaYang mengajariku arti kedewasaan dan kerendahan hatiEngkau bagaikan embun di pagi hari..yang selalu menyejukkan jiwa ini Tuhan..Sayangilah dan jagalah ia, seperti kasih sayangnya yang tak pernah pudar kepadakuInginku melihatnya tersenyum bahagia dengan keberhasilankuAku bagaikan debu di dunia ada seorang IBU yang selalu menghiasi hari-harikuseperti tak berguna jiwa dan raga ini tanpa kasih sayangnyaKu tak akan mengerti arti kehidupan tanpanyaKu bahagia dengan keberadaannya di sisiku Kini Aku Telah Berhasil Ma Apa yang kini aku dapatkan tidak terlepas dari usaha mama Kini Aku Telah Berhasil MaApa yang kini aku dapatkan tidak terlepas dari usaha mamaMama yang selalu membangunkan ku dan menjemput sebuah cita Aku berhasil karena mama yang selalu menguatkanDi kala semua tak peduli, mama yang senantiasa berkorbanKini aku telah berhasilSegala usaha ku berbuah manis Aku telah berhasilSemua yang aku korbankan tak membuat ku mirisMama yang selalu mendukungkuTerimakasih banyak ma, kau telah menuntunku Kau ingatkan , sebuah arti penting dalam kehidupanDan kini aku telah merasakanTerimakasih mama ku sayangKau yang terbaik dan akan selalu ku kenang Kerinduan Gerimis bertaut membasahi tubuhRinainya jatuh menjadi tangisan dimatakuRasa ini membeku¡Membatu mengingat kisah laluSaatku lincah nan lugu, Waktu kecilku.. Biarlah nafasku bercerita tentangmuBersajak indah memanggil namamu Ibu..Aku teramat merindukanmuAku rindu.. Rindu masa itu..Rindu saat ibu menimangku..Berbisik doa merajut sanubariku.. Semoga ibu disana tersenyum bahagia selalu..Doa anakmu yang selalu menyertaimu.. Terpaksa Mencintai Ibu Ibu…Ma’afkan aku…Yang terpaksa mencintaimu… Wajahmu yang mulai luntur…Mengajarkan saya makna hidup yang sebenarnya…Bahumu yang mulai membungkuk…Mengajarkan saya makna pengorbanan dan perjuangan…Senyummu yang tetap pagi…Mengajarkan saya seribu keikhlasan… Walau petang sudah menjelang…Tapi semangatmu tetap pagi…Walau dunia tambah tua…Tapi kasih muda mu tetap kau bagi… Ibu…Aku menyesal sudah mengecewakanmu…Meninggalkan titik hitam di hati putihmu…Membuat air matamu meluap…Ma’afkan,bodoh anakmu…Yang tidak pernah menyadari makna perjuangan cuma-cuma… Ibu…Sekarang saya menyadari sehabis mengerti…Engkau adalah sosok pertama yang ku kenal…Yang menolong saya dari depan…Selalu di depan..Sosok luar biasa…Membuat kepalan tangan ku jadi bulat…Tak tergantikan bersama dengan 1000 wanita… Ibu…Aku menyadari sehabis tahu…Seorang anak tidak bakal pernah menyadari bakal besar cinta orang tua..Sampai ia sendiri jadi orang tua… Ibu…Terpaksa saya kudu mencintaimu… Bidadari Dunia Oleh Faris DN Dia… Adalah insan yang diidamkan kaum lawanAdalah insan yang dihormati kaum alimAdalah insan yang dirindui kaum bercahayaTanpanya…Kau takkan mudah meraih yang kau pintaKau takkan mudah tangguh dalam berjuangKau kan mudah merasa lelah Ingin sekali ku indahkan namanyaIngin sekali u indahkan derajatnyaIngin sekali ku persembahkan hadiah untuknyaNamun apa daya, aku hanya seorang lemah Cintanya menghapus semua dukaCintanya menghapus semua lelahCintanya membunuh semua kalahCintanya membuat diriku perkasa Dia…Akankah kucapai apa yang diimpikan?Akankah kubahagiakan dengan hatinya? Apakah aku akan terdiam dengan lemah?Tidak! sekali lagi tidak! karena ku yakinKu dapat menaikkan derajatnyaKu dapat menarik kedua tepi bibirnya dengan hati lapangKu dapat membawanya ke Surga Namun, siapakah dia?Mengapa dia sungguh digila-gilakan? Biarku perindahBiaarku camkanBiarlah kuucapkanDaialah… Bidadari Dunia Tuhan Sayang Ibu Sudah saatnya memang ibu berhenti berjuang Dan sudah takdirnya kini ibu berpulang Do’akan anakmu supaya tidak malang Karena ditinggal oleh ibu tersayang Terimakasih ibu, kau lah laksana hidupku Kau lah yang berjuang demi aku Maafkan semua kesalahanku ibu Malam ini aku merasa sepi dengan rindu yang tak bertepi aku ingat ibu, dan ingin sekali bertemu namun tak mungkin, ibu sudah bahagia di sana di surga sang pencipta tuhan sayang ibu, untuk itu tuhan menjemputmu akan aku tahan semua rindu agar ibu tak jemu Bagai Malaikat Tanpa Sayap Ibu..Engkau inspirasiku..Aku berkelena ke ujung duniaBayangmu selalu ada disampingkuSecerca harapan darimuKu jadikan pedoman di setiap langkahkuDalam doamu selalu tersebut namakuKau tameng dalam hidupkuKau penyemangat terbaik dalam hidupkuKau bagai malaikat tanpa sayap untukkuEngkau segalanya untukkuAku tanpamu bagai angin tanpa arahEngkau bagai lautan samuderaTempat mencurahkan segala kegundahan hati Ibu…Terimakasih atas kasih sayangmuTerimakasih atas perjuanganmuTerimakasih atas perhatianmuTerimakasih atas setiap tetesan keringat yang tercurah untuk anakmuTerimakasih atas pengorbananmu Ibu..Maafkan amarahkuMaafkan keegoisankuMaafkan kenakalankuMaafkan aku atas airmatamuIbu.. engkau cahaya penerang dalam hidupkuJika orang bertanya padaku siapa pahlawanku? Pastilah engkau Ibu jawabanku.. Cerita Kecilku Andai sementara ku putar kembaliIngatkah engkau bakal masa-masa lebih dari satu th. lalu?Saat saya tetap dipangkuanmuSaat saya tetap di dalam timanganmu Kau suapi ku makan karena ku tak dapat melakukannya sendiriKau tuntun saya karena ku belum dapat berjalan sendiriTerjatuh ku berulang dan menangisDengan penuh kasih sayang,kau usap air mata ku dan kau buat ku tersenyum kembali Apakah kau tetap mengingatnya bu?Aku rindu masa-masa indah ku duluAkankah ku dapat merasakannya kembali?Menangis di dalam pelukmu dan tertawa bersamamu Kurasa Hatimu MenangisJangan ditahanLuapkan rasa hatimuTapi kau tetap tersenyum TersenyumLembutkan garisnyaIkhlas kau tunjukPada tegar menghadapi hidup TenangKau bersembunyiDari rasa sesakKau tampil begitu lembut IbuDoa terpanjatDalam telapak tanganKau menengadah pinta indah IbuSenyummu terlintasPada getar rasamuHingga tenang hati kami Ibu “Si Penyabar” Kau sering bangunkan ku ketika subuh Meski itu selalu tak membuat aku luluh Ibu “Si Penyabar”Kau sering bangunkan ku ketika subuhMeski itu selalu tak membuat aku luluhKau selalu memanjakanku di pagi hariMeski terkadang aku tak bersemangatKau selalu memberi sapaan hangatDengan senyum pagi, terbaiknyaKadang aku sesekali acuh kepadanyaNamun ia selalu baik dalam bertutur kataKadang aku sesekali melawan perintahnyaNamun ia selalu sabar tiada batasnyaDialah si penyabar ituDengan segala kekurangankuIa selalu menutupi ituAku sayang ibuMaafkan semua kesalahan anak mu bu. Muara Kasih Oleh Ida Ayu Sri Widiyartini Kaulah muara kasihku..Tempat ku berkeluh kesah, mencurahkan isi hatiku Kau tempatku mengadu tatkala aku ketakutanKau bak sutra yang indah nan lembutMembelaiku penuh cinta dan kasih Kaulah pahlawan ku..Menjagaku tanpa letih hingga ku terlelapLindungi aku tanpa henti entah siang ataupun malam Bersamamu aku merasa damaiKau dekap aku dengan ketulusanMemelukku dengan sinar kasihmuMembalut luka dan ketakutankuTak ada tempat sebaikmu.. Tiada makhluk semulia hatimuKau takkan terganti meski waktu berhenti berputarTakkan pula luntur meski waktu dimakan zamanKaulah muara kasih terindah.. Cinta kasihmu takkan lekang oleh waktuMeski bibir ku tak mampu beruncap Percayalah Bunda.. Sarangheo, aku menyayangimu selaluSekarang, esok dan selamanya Demikian artikel mengenai kumpulan puisi ibu yang dapat kami rangkum. Semoga dengan puisi diatas dapat bermanfaat bagi kalian semua.
Puisi Tentang Ibu – Ibu menjadi salah satu orang paling berjasa bagi setiap anak. Dalam ajaran Islam, kedudukan ibu sangatlah mulia. Bahkan, lebih tinggi dibandingkan dengan ayah. Setiap ibu telah berjuang dengan penuh pengorbanan bagi anak-anaknya. Sebab beliaulah yang mengandung selama 9 bulan dan melahirkan dengan taruhan nyawa. Kasih sayangnya untuk sang anak juga selalu mengalir tanpa kenal waktu. Maka tak heran jika kemudian banyak sekali lagu-lagu yang dibuat khusus untuk para ibu. Tak hanya lagu atau nyanyian saja, apresiasi terhadap perjuangan setiap ibu juga dituangkan dalam puisi tentang ibu. Kedudukan Ibu dalam Islam1. Dimuliakan oleh Allah2. Sosok wanita yang kuatReview Berbagai Puisi Tentang Ibu1. Puisi karya Chairil Anwar2. Puisi Joko Pinurbo3. Puisi Arifin C Noer4. Puisi Muhammad Rois Rinaldi5. Puisi karya Ahmad Mustofa Puisi Mustafa Ismail7. Puisi karya Arief MunandarSejarah Hari Ibu1. Perancis2. Jepang3. InggrisContoh-contoh Puisi Tentang IbuIbuKaulah Bidadari Surga Kedudukan Ibu dalam Islam Seperti yang telah disebutkan di atas, ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam agama Islam. Wanita memang sangat dimuliakan, terutama ibu. Setiap anak wajib untuk berbakti kepada orangtua. Tak hanya dalam Al-Quran saja, kemuliaan ibu juga tertulis dalam setiap hadis nabi. Ibu menjadi cermin baik buruknya sebuah rumah tangga atau keluarga. Sebab ibu yang baik dan salehah tentunya akan mengajarkan hal-hal baik kepada para anak-anaknya. Selain itu, ibu yang baik tentu juga akan berbakti kepada suaminya, sehingga kondisi rumah tangga menjadi lebih tenteram. kehadiran seorang ibu dalam keluarga sangatlah penting. Tanpa sosoknya, sebuah keluarga tentu akan terasa sangat kurang. Dalam agama Islam tentu kita juga sering kali mendengar bahwa surga berada di telapak kaki ibu. Itulah mengapa semua anak harus senantiasa berbakti dan memperlakukan ibunya dengan penuh kasih sayang dan hati-hati. Sebab ibu menjadi sosok mulia di mana ridhanya menjadi surga bagi anak-anaknya. Berikut adalah beberapa keutamaan Ibu dalam agama Islam 1. Dimuliakan oleh Allah Allah memberikan keutamaan pada para ibu, yang menjadi sosok mulia di mata Allah. Ibu diberikan anugrah untuk meneruskan keturunan dengan mengandung dan melahirkan seorang bayi. Dan tak semua wanita mendapatkan kesempatan itu, sehingga ibu dianggap istimewa. Maka dari itu, menjadi seorang ibu juga sangat patut untuk disyukuri. Berbahagia Lah bagi para ibu di dunia. 2. Sosok wanita yang kuat selanjutnya ibu juga diberikan kekuatan lebih oleh Allah. Di mana ibu diberikan kekuatan dalam keadaan apapun, apalagi saat mengandung bayi di perutnya. Tak mudah tentu membawa bayi yang ada di dalam perut dalam setiap aktivitas, apalagi bagi mereka yang sedang hamil tua. Tanpa kekuatan dari Allah tersebut, ibu tak akan sekuat itu, seperti keutamaan dan kekuatan yang telah Allah berikan kepada Maryam. Ada banyak sekali penyair yang membuat puisi untuk semua ibu. Seperti Joko Pinurbo, Chairil Anwar, Gus Mus, dan masih banyak penyair lainnya. Karya-karya mereka dilatarbelakangi oleh sosok ibu yang selalu menjadi panutan bagi para putra putrinya. Sikap dan sifatnya yang penuh kasih sayang dan tanpa mengenal lelah atau balas jasa apapun, memang patut diapresiasi. Sajak-sajak menyentuh yang mereka buat berisi penghormatan dan berbagai hal lain yang menggambarkan sosok mulia seorang ibu. Berikut ini adalah ulasan dari karya puisi tentang ibu dari para sastrawan Indonesia 1. Puisi karya Chairil Anwar Puisi pertama datang dari sastrawan terkenal yaitu Chairil Anwar. Beliau menuliskan sebuah puisi indah dengan tema ibu. Puisi ini bercerita tentang bagaimana sang penulis mendapat perlakuan dari sang ibu. Setiap ibu memiliki cara tersendiri untuk membimbing dan mendidik anaknya. Kesabaran dan ketelatenan itulah yang mencoba dituangkan oleh Chairil. Meski cara yang mereka lakukan berbeda, ada yang mendidik dengan penuh kelembutan, ada pula yang mendidik dengan penuh ketegasan. Meski semua itu berbeda-beda, namun pengorbanan dan tujuan seorang ibu tetaplah sama, yaitu memberikan kasih sayang demi kebaikan sang anak. Seperti dalam penggalan sajaknya, “Setiap kali aku tersilap, ia hukum aku dengan nasehat. Setiap kali aku kecewa, dia bangun di malam sepi untuk bermunajat. Setiap kali aku dalam kesakitan, dia obati aku dengan penawar dan semangat.” 2. Puisi Joko Pinurbo Selanjutnya ada sajak yang dibuat oleh Joko Pinurbo. Sajak tentang ibu yang menyayat hati ini dibuat oleh Joko dengan kata yang indah dan menyentuh. Pengorbanan seorang ibu yang membesarkan dan mendidik anaknya seorang diri dituangkan dalam lirik-lirik sajaknya. Dalam puisi tersebut dikisahkan perjuangan seorang ibu yang suaminya sedang berjuang untuk negara. Ia harus mengurus sendiri anak-anaknya. Bahkan ibu harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan batin maupun lahir. Cerita puisi ini juga dapat dimaknai sebagai kisah perjuangan seorang pendidik di sekolah, yang selalu menghadapi banyaknya murid nakal. Meski begitu, ia tetap berjuang dan memberikan yang terbaik. Dengan harapan, anaknya kelak menjadi anak yang jauh lebih baik lagi. Hingga akhirnya, doa sang ibu hanya bersambut pada orang-orang yang sabar dan menahami perjuangan dan pengorbanan ibu mengasuh sendirian. Seperti dalam penggalan sajaknya yang berbunyi “Ibu itu mengasuh anaknya sendirian, sejak suaminya dipinjam negara untuk dijadikan kelinci dalam percobaan sistem keamanan.” 3. Puisi Arifin C Noer Kemudian ada puisi tentang ibu dari Arifin C Noer. Puisi ini menggambarkan kasih yang diberikan oleh ibu sepanjang masa. Seperti dalam lagu yang seringkali dinyanyikan anak kecil. Hal itu juga kembali disampaikan oleh Arifin dalam bait puisinya. Di mana pengorbanan seorang ibu memang tak patut diragukan lagi. Adapun puisi berjudul Perempuan Bernama Kesabaran ini memiliki penggalan sajak sebagai berikut “Adakah kau seperti perempuan yang bernama kesabaran? Apabila malam menutup pintu-pintu rumah, masih saja ia duduk menjaga anaknya yang sedang gelisah dalam tidurnya.” Puisi ini juga berisi pengorbanan ibu yang selalu mendahulukan kebutuhan sang anak. Ibu rela menukar keinginannya dengan kebahagiaan sang buah hati. Tak hanya itu saja, setiap kali anaknya melakukan kesalahan, tentu mereka akan segera memaafkan tanpa perlu diminta. 4. Puisi Muhammad Rois Rinaldi Sajak dari Muhammad Rois Rinaldi tentang ibu berjudul Dari Balik Jendela. Puisi tentang ibu ini menceritakan kesedihan seorang ibu yang ditinggalkan oleh anak-anaknya. Di tengah kesedihan tersebut, ada terbesit bayangan jika anaknya masih ada. Akan tetapi, tentu saja hal tersebut sia-sia, sebab Tuhan telah memberikan jalan bagi kematian anaknya. Anaknya yang telah meninggal tak mungkin dapat dikembalikan lagi. Penggalan puisi sedih Muhammad Rois ini memberikan sajak yang amat dalam, seperti yang ada dalam penggalannya, yang berbunyi “Kini, pada kerut wajahmu, ada kesedihan, ada kenakalan, ada kepergianku, ada kesendirianmu dan engkau berdoa, kembali hening dalam sepertiga malam. 5. Puisi karya Ahmad Mustofa Bisri. Puisi tentang ibu selanjutnya juga ditulis oleh Gus Mus atau Mustofa Bisri. Beliau merupakan seorang penyair yang karyanya sudah banyak dibukukan. Salah satu sajaknya tentang ibu bercerita mengenai pengorbanan ibu yang tak akan bisa dibalas jasanya oleh anak-anak. Sajak berjudul Ibu ini mengisahkan betapa berat perjuangan ibu saat mengandung dan melahirkan. Tak hanya itu, ibu pun dengan penuh kesabaran merawat dan membesarkan anak-anaknya. Beliaulah yang mendidik dan menjaganya supaya tumbuh menjadi pribadi yang baik. Maka dari itu sudah sepantasnya seorang ibu memiliki kedudukan yang tinggi di mata para anak-anaknya. Dan wajib hukumnya bagi mereka untuk senantiasa taat dan berbakti kepada ibu. Penggalan sajaknya berbunyi seperti berikut “Kaulah, ibu, mentari dan rembulanku. Yang mengawal perjalananku. Mencari jejak sorga di telapakmu.” 6. Puisi Mustafa Ismail Selanjutnya adalah puisi karya Mustafa Ismail. Apabila seorang anak ditanya, siapa orang paling mereka cintai, sebagian besar pasti akan menjawab ibunya. Pengorbanan setiap ibu memang akan membuat haru anak-anaknya jika diceritakan. Kasih dan sayang yang diberikan sedari anak lahir, tak akan bisa dibalas dengan apapun. Hal tersebut dituliskan oleh Mustafa dalam lirik-lirik sajaknya. Dalam penggalan liriknya, ia berusaha menggambarkan betapa luasnya kasih yang ibu berikan. Penggunaan kata-kata yang tepat memberikan suasana haru bagi siapapun yang membacanya. Semua yang ia tuliskan mewakili isi hati setiap anak yang ingin mengucapkan rasa terima kasih yang dalam pada semua ibu di dunia. 7. Puisi karya Arief Munandar Berikutnya ada puisi tentang ibu yang dibuat oleh penyair Arief Munandar. Karyanya memberikan sebuah renungan bagi para anak , bahwa selama ini ibu telah merelakan banyak hal untuk kebahagiaan mereka. Tak hanya materi saja, jika kita telusur kembali, ibu telah berkorban waktu dan tenaganya demi membesarkan anak-anaknya. Ia pun rela melakukan apapun asal anaknya bahagia. Sebuah perenungan ini hendaknya memberikan pencerahan kepada setiap pembaca supaya memiliki sikap yang baik dan tetap berbakti pada ibunya, apapun keadaannya. Sejarah Hari Ibu Mulianya seorang ibu bahkan sampai dibuat hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember. Hari ibu menjadi hari besar yang diperingati oleh banyak orang. Biasanya mereka memperingati hari ini dengan berbagai pesan dan kegiatan positif. Beberapa bahkan memberikan hadiah dan kejutan istimewa untuk para ibunya. Hari ibu menjadi spesial bagi para ibu untuk menerima ungkapan terima kasih dari para anak-anaknya. Sebenarnya peringatan ini telah ada sejak era Presiden Soekarno. [ 25/1/2022] Si_Bad Penetapan tanggal 22 tersebut mengacu pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I yang saat itu digelar pada 22-25 Desember 1928. Pelaksanaan tersebut dilakukan setelah adanya Kongres Pemuda II. Kongres Perempuan tersebut dilaksanakan di Yogyakarta, tepatnya berada di Ndalem Joyodipuran. Gedung yang dipakai untuk kongres perempuan itu kini telah menjadi Kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional. Letaknya berada di Jl Brigjen Katamso, Yogyakarta. Ada sekitar 600 perempuan dari berbagai daerah yang mengikuti kongres tersebut. Dan mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda baik suku, agama, ataupun pekerjaannya. Tanggal atau hari pertama kongres itulah yang kemudian ditetapkan menjadi Hari Ibu. Di berbagai negara, Hari Ibu dirayakan dengan cara yang berbeda-beda. Berikut ini adalah tradisi yang dilakukan di beberapa negara 1. Perancis Di sana, hari ibu dirayakan setiap tanggal 26 Mei. Peringatannya dilakukan untuk memperingati hari meninggalnya para suami di perang Dunia II. Bagi para istri yang ditinggalkan suaminya karena PD II tersebut dulu diberikan medali khusus oleh walikota Perancis. Selain itu juga dirayakan dengan memberikan bunga, kue, dan hadiah kepada para ibu. 2. Jepang Jepang memiliki waktu tersendiri untuk merayakan hari ibu, yaitu setiap tanggal 12 Mei. Biasanya akan diadakan lomba menggambar ibu bagi para anak-anak kecil. Kemudian hasil karya mereka akan dipamerkan ke berbagai penjuru negeri. Selain itu mereka juga biasa merayakan dengan memberi bunga anyelir warna merah yang diberikan tulisan Selamat Hari Ibu kepada para ibu di sana. 3. Inggris Di Inggris, hari Ibu diperingati setiap hari Minggu, yaitu tiga pekan sebelum Paskah. Biasanya juga diperingati pada pertengahan Maret dan April. Istilah hari ibu di sana dikenal dengan istilah Mothering Sunday. Hari itu dijadikan waktu bagi para ibu untuk berkumpul bersama anak-anaknya. Para ibu yang merantau akan banyak yang pulang di hari-hari tersebut. Peringatannya juga dilakukan dengan memberikan bunga, kartu ucapan, ataupun hadiah lainnya. Tak hanya diberikan kepada ibu kandung saja, namun juga kepada para nenek, ibu tiri, maupun ibu mertua. Contoh-contoh Puisi Tentang Ibu Sosok ibu memang menjadi inspirasi bagi banyak orang. Inspirasi tersebut kemudian dituangkannya dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah melalui puisi. Anak-anak SD juga kerap kali diminta untuk membuat puisi tentang ibu. Tentu, hal ini untuk memupuk rasa sayang mereka pada sosok yang tak kenal lelah itu. Supaya sedari kecil, mereka terbiasa menyadari bahwa ibu adalah sosok yang patut untuk dikagumi dan terutama dihormati. Berikut ini adalah contoh-contoh puisi tentang ibu dari berbagai penulis Ibu Senyummu adalah harapan Langkah kakimu adalah impian Sinar matamu adalah masa depan dan air matamu adalah pemberontakan Kaulah Bidadari Surga Ibu.. 9 bulan.. Aku dalam kandunganmu Sakitmu… Keringatmu… Air matamu… Ibu… Engkaulah jalan surgaku Tak Ada Dunia Tanpamu Ibu Griselda, SDN Pajagalan II Ibu kau telah melahirkanku Ketika aku bayi, Kau selalu memberi asi padaku Aku sangat sayang pada ibu Aku sangat cinta pada ibu Kau selalu menuruti apa yang aku minta Aku janji, Jika aku sudah besar nanti Aku akan menuruti apa yang ibu minta Tidak ada dunia tanpa engkau ibu Surga ada di telapak kaki ibu Ibu Rahadatul, Majalah INO Ohh Ibu Engkau yang melahirkanku Serta merawatku Ibu juga yang menggendongku Sampai aku berumur satu tahun Alangkah bahagianya Waktu aku kecil dulu Ibu sudah mengajariku Apa saja yang belum kutahu Itulah tadi puisi tentang ibu yang banyak ditulis oleh penyair Indonesia. Betapa setiap ibu telah mempunyai pengorbanan masing-masing. Kasihnya yang seluas samudra tak akan pernah habis ia berikan pada anaknya. Maka jangan sampai seorang anak menyakiti hati ibunya. Perlakukan ibu dengan baik, sebab kita tak akan bisa membalas jasa-jasanya. Masih banyak pula puisi yang ditulis oleh penyair lainnya. Dapatkan buku-buku kumpulan puisi terbaik lainnya di BACA JUGA Kumpulan Contoh Puisi Bertema Keluarga Penuh Makna Contoh Puisi Anak Sekolah SD, SMP, dan SMA Berbagai Tema Pengertian Puisi Jenis-Jenis, Contoh, dan Cara Membuat Puisi List Best Seller Buku Puisi ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Ilustrasi contoh puisi Bahasa Jawa tentang ibu, sumber gambar adalah salah satu karya sastra yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan, termasuk rasa sayang kepada ibu. Bagi kamu yang ingin mendeskripsikan perasaan melalui kata-kata, maka simaklah contoh puisi Bahasa Jawa tentang buku Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak oleh Nurgiantoro 2018, dalam bahasa Jawa, puisi disebut juga dengan geguritan. Geguritan menjadi karya sastra yang populer pada masanya karena dibuat oleh para pujangga untuk menggambarkan situasi dan kondisi di zaman dahulu, terutama zaman masa kini, geguritan lebih dikenal sebagai objek pembelajaran dan materi dalam bidang studi Bahasa Jawa. Tema geguritan tidak terbatas dan kita bisa membuat puisi Bahasa Jawa tema Contoh Puisi Bahasa Jawa tentang IbuIbu merupakan sosok yang sangat berharga dalam kehidupan seseorang. Ia merupakan orang yang sangat layak dihormati dan memiliki kedudukan yang tinggi dalam agama kamu yang ingin mengabadikan perasaan sayangmu kepada ibu, berikut adalah beberapa contoh puisi tentang ibu yang bisa dijadikan contoh pembelajaranIlustrasi contoh puisi Bahasa Jawa tentang ibu, sumber gambar donga sanes jopo montroMugi mboten wonten godhong rencanaPangestu lan pandonga kulo tampaMinangka kageman gayuh kamulyaan...Tresno ibu nora kaganteakePangorbanan kang tanpo watesDongo ibu kang tulus lan suci ngiringi awakkuPangorbanan tanpo pamrih, nora kepedotPitutur kang ngajari bektiku nyirnaakeSedoyo luput maring lakukuTresno asihmu nora bakal puputIbu pahlawanku, gonga pujiku kanggePanjenengan ngelahirna akuContoh puisi Bahasa Jawa tentang ibu memang sangat mengharukan dan menyentuh hati. Diharapkan puisi di atas dapat memberikan wawasan dan pengalaman membaca yang berharga untuk kamu.
Ibu adalah malaikat bagi seorang anak di dunia. Kasih sayang ibu tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Jasa ibu sangatlah besar bagi seorang anak. Sejak ibu mengandung, dia merasakan ketidaknyamanan dan mengalami perubahan bentuk tubuh. Ketika melahirkan anak ke dunia, dia mempertaruhkan nyawanya. Ketika anak masih bayi, ibu yang merawat anak, menyusui dan rela terbangun tengah malam. Bahkan ketika sudah dewasa, kasih sayang ibu masih melimpah untuk anaknya. Puisi tentang ibu rasanya tidak cukup untuk menggambarkan kasih sayangnya. Karena keistimewaan seorang ibu, ada hari khusus yang disebut dengan hari ibu. Setidaknya, puisi bisa mewakili isi hati kita untuk ibu di hari istimewa itu. Puisi ini bisa menjadi ungkapan kerinduan jika Parents adalah sedang di perantauan atau untuk mereka yang ibunya sudah berada di surga. Baca juga Puisi Inspiratif di Hari Ibu Kumpulan Puisi Pendek Tentang Kasih Sayang Ibu 1. “Saat Ku Menutup Mata” Saat ku menutup mata bunda Aku tak ingin mata itu melihat ku dengan penuh air Saat ku menutup mata bunda Aku tak ingin hati itu seakan tergores Saat ku menutup mata bunda Aku ingin bibir itu tersenyum Aku tidak ingin engkau terluka Bunda Mungkin ini adalah lihatan yang sangat bagimu Tapi aku tak ingin melihat dengan seakan tak sanggup melepaskanku Bunda Aku hanya ingin engkau merelakanku Dan mengantar kan aku pulang ke rumahku dengan senyumm Saat ku menutup mata bunda Aku ingin kau tau bahwaku Menyayangimu Bahwa aku Mencintaimu Aku bahagia bisa jadi anakmu Oleh Fahmi Mohd 2. “Ibu, Malaikatku” Ibu… Di sini kutulis cerita tentangmu Nafas yang tak pernah terjerat dusta Tekad yang tak koyak oleh masa Seberapa pun sakitnya kau tetap penuh cinta Ibu… Tanpa lelah kau layani kami Dengan segenap rasa bangga dihati Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu Kau terus berjalan diantara duri-duri Ibu… Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia Selalu kuharapkan kau terus bersamaku Dengan cinta berikan petuahmu Ibu.. Kaulah malaikatku Penyembuh luka dalam kepedihan Penghapus dahaga akan kasih sayang Sampai kapanpun itu.. Aku akan tetap mencintaimu.. Oleh Mosdalifah Baca Juga Selamat Hari Ibu- Sebuah Tulisan yang Indah dari Seorang Ibu 3. “Menangislah Bunda”, Puisi tentang Ibu yang Mengharu Biru Bunda, aku memang tak melihat, hari di mana kau dilahirkan, tetapi aku yakin, hari itu pastilah hari yang indah, langit memerah jambu, awan berdesakan hendak turun, mentari mengerlingkan mata, sorepun tak ingin beranjak menjadi malam, karena gembiranya dunia, menyambut kehadiran wanita mulia. Bunda, aku memang tak melihat, hari di mana aku dilahirkan, hari yang kau senyumi, hari yang kutangisi, hari yang tak pernah kunanti, karena ketakutanku yang amat sangat, tentang sebuah balas budi, dan janji-janji bakti, yang tak mungkin kupenuhi, untuk mewujudkan harapanmu. Bunda, aku masih bisa melihat senyummu, kurang lebih, hampir sama seperti senyummu dulu, ketika kau melahirkanku, tetapi ijinkan aku bertanya, bukankah bulan tak selamanya purnama? dan embun pagi akan diteguk binatang melata, akupun telah tak telanjang lagi, karena berbaju tebal keangkuhan, maka seyogyanya, menangislah bunda. OlehRananda 4. “Sajak Indah Untuk Ibu” Dunia ini sangat memesona Terangkai kasih bermuara Cantik bagai permasuri raja Cahaya kemerlap hiasi permata Arah mata angin itu memancar Terlihat anggun pesonamu ibu Seolah tinta ingin menulis sejarah Karena cinta ibu berlabuh Wahai ibu Perjuanganmu menawan Doa-doamu terlantunkan Perhatianmu tercurahkan Sentuhanmu menghangatkan Saat senja pada peraduan Ibu tetap ramah senyuman Bagai gelas-gelas kaca mengkilau Menggoyahkan hati insan Saat dunia berkata Siapakah yang elok dan rupawan itu? Bibir ini hanya mampu berucap Ya dialah ibuku Baca Juga Menyambut Hari Ibu, Ini 50 Quotes Ibu yang Menyentuh Hati untuk Anaknya 5. “Kau Menguatkanku”, Puisi tentang Ibu dari Anak yang Mencintainya Aku tak bisa berkata Rasa syukur ini Setiap hari setiap waktu Kau habiskan bersamaku Peluk dan cintamu menuntunku Bijaksanamu membangunkanku Cintamu tak pernah surut Ketika aku lemah, Kau selalu menggenggam tanganku Agar aku kuat menjalani hidup Terimakasih bu, Kau selalu menataku Mengarungi waktu demi waktu Kau selalu terjaga Hingga sampai kini Kau selalu membenarkan kesalahanku Kau selalu mengembalikanku menuju kebeneranan Maafku selalu kau terima Hingga aku tak bersedih Terimakasih Bu 6. “Tak Pernah Beristirahat” Di atas tempat tidurku Kau mengasihi Di dapur, Kau koki terbaik Di mana-mana Kau dokter terhebat Tak pernah beristirahat Di luar, Kau melatihku Di taman, Kau pelindungku Di sekolah, Kau penjagaku Tak pernah beristirahat Aku tak pernah menyadari Semua yang kau lakukan Banyak sekali, Kini izinkan aku, Mengatakan cinta padamu Cinta yang sangat tulus Terimakasih atas semuanya, Bu Kerja keringatmu di setiap waktu Merawat dan menjagaku Tak pernah lelah 7. “Cinta Seorang Ibu” karya Helen Steiner Cinta seorang ibu adalah sesuatu yang berarti yang tidak ada yang bisa menjelaskan, Cinta seorang ibu terbuat dari pengabdian yang mendalam dan pengorbanan dari rasa sakit, Cinta seorang ibu tidak ada habisnya dan tidak egois dan bertahan apa pun yang terjadi, Karena tidak ada yang bisa menghancurkannya atau mengambil cinta itu pergi, Cinta seorang ibu sabar dan pemaaf ketika semua orang lain meninggalkan, Dan cinta seorang ibu tidak pernah gagal atau terputus-putus meski hati sedang patah, Dan cinta seorang ibu bersinar dengan segala keindahannya dari permata yang paling langka dan paling cemerlang, Ini jauh melampaui definisi, Cinta seorang ibu menentang semua penjelasan, Dan itu masih menjadi rahasia seperti misteri penciptaan, Banyak keajaiban yang luar biasa manusia tidak bisa mengerti Dan bukti menakjubkan lainnya dari tangan penuntun Tuhan yang lembut. 8. Ibu Super Karya Joanna Fuchs Ibu, kamu adalah ibu yang luar biasa, Begitu lembut, namun begitu kuat. Banyak cara yang kamu tunjukkan bahwa kamu peduli. Ibu sabar saat aku melakukan kesalahan, Ibu memberikan bimbingan ketika aku bertanya, Tampaknya kamu dapat melakukan hampir semua hal, Ibu adalah master dari setiap tugas. Ibu adalah sumber kenyamanan yang dapat diandalkan; Ibu adalah bantalku saat aku jatuh. Ibu membantu di saat-saat sulit; Ibu mendukungku setiap kali aku menelepon. Aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu, Ibu memiliki rasa hormatku sepenuhnya. Jika aku memiliki pilihan, Ibu akan menjadi orang yang aku pilih! 9. Maafkan Aku, Ibu Akulah sang pengukir mimpi Yang menghendaki pergi berasal dari sunyi Yang hanyut oleh gelisah Dan ditelan rasa bersalah Ibu, kaulah matahariku Terang dalam gelapku Kau tuntun aku di jalur berliku Yang penuh oleh batu Ucapanmu bagaikan kamus hidupku Aku berteduh dalam naungan doamu Memohon ampunan darimu Karena rida Allah adalah ridamu Aku senang memilikimu Ibu Karena engkau sinar hidupku Kaulah kunci berasal dari kesuksesanku Ibu, maafkan aku 10. Ibu dan Misteri Karya Joanna Fuchs Bu, cintamu adalah sebuah misteri Bagaimana kamu bisa melakukan itu semua? Ibu selalu ada di sana dan memperbaiki hal dengan sempurna Untuk masalahku, besar dan kecil. Cintamu melindungiku hari demi hari, Jadi aku tidak takut, aku aman dan sehat. Aku merasa bisa melakukan apa saja Kapan pun ibu ada. Ibu, cintamu adalah sebuah misteri, Aku tidak punya petunjuk Mengapa kamu mencintaiku sepanjang waktu, Tapi saya sangat senang kamu melakukannya! *** Itulah beberapa kumpulan puisi tentang ibu. Mana favorit Parents? Baca juga Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.
puisi bahasa jepang tentang ibu